Magetan – Dalam mengawal hak pilih para penyandang disabilitas di Kabupaten Magetan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Magetan menggelar rapat fasilitasi. Rapat yang dilakukan di aula pertemuan kantor Bawaslu, dihadiri sedikitnya 60 para penyandang disabilitas dari Wira Daksa Utama, Pertuni dan SLB Panca Bakti Magetan.
Dengan tema penguatan kepemiluan bagi kaum disabilitas, Bawaslu Magetan akan memastikan para kaum difabel bisa mempunyai hak pilih. Data Dinas Sosial Magetan, setidaknya ada 4.000 penyandang disabalitas yang berada di Magetan.
“Karena para temen-temen disabilitas banyak potensi untuk penyalahgunaan hak pilih. Di sini kami beri informasi serta wawasan tentang kepemiluan,” tutur anggota Bawaslu Magetan, Muries Subiyantoro, Rabu (8/3/2023)
Muries menambahkan, Bawaslu juga mengimbau kepada peserta yang hadir untuk turut berpartisipasi dalam hal pengawas pemilu di wilayah masing-masing. Maka dari itu, pihaknya kedepan akan memberikan akses informasi seluas-luasnya terkait pemilu.
“Jangan sampai karena mereka disabilitas, itu dibedakan. Bawaslu tidak akan pandang bulu untuk mengawal hak pilih siapapun. Yang penting memenuhi syarat dan aturan,” tambahnya.
Ditanya soal aturan kepemiluan yang mengatur tentang para disabilitas, Muries menjelaskan, dalam UU No 7 tahun 2011, bagi pemilih tuna netra atau disabilitas, bisa dibantu oleh petugas dalam menggunakan hak pilihnya.
“Kami juga imbau, kelak untuk petugas yang membantu dalam menggunakan hak pilih dari pihak keluarga. Jangan sampai orang lain yang bisa memicu potensi penyalahgunaan hak pilih meraka,” pungkasnya (rud/mk)