Minggu, 21 Juli 2024

Sejam Satu Tas, Diana Sasa Puji Ibu-ibu Perajin Tas Desa Blaran

Barat – Tangan Jamiis Sholekhah, sangat terampil menganyam. Sembari berbincang dengan Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, ibu tiga anak itu terus menganyam.

Diana Sasa, datang ke kelompok ibu-ibu perajin tas anyaman dari bahan plastik di Desa Blaran, Kecamatan Barat, Magetan, Minggu (30/10/2022) siang. Diana Sasa berdiskusi dengan ibu-ibu itu mengenai kemajuan usahanya.

“Saya tes diam-diam, sambil ngobrol. Ternyata kurang dari satu jam, mereka bisa selesaikan satu tas per orang. Luar biasa, ini tentu peluang bagus untuk dikembangkan. Bisa menjadi pengisi waktu luang para ibu rumah tangga dan sekaligus menambah pemasukan uang belanja mereka,” kata Diana Sasa.

Tas dari bahan plastik berwarna biru yang tadi dianyam, memang sudah selesai. Tas Menteles Grup ini diklaim memiliki model yang tidak ada di pasaran.

“Bawahnya kotak, sehingga kalau dibawa ntuk wilujengan bisa memuat nasi kotak. Banyak yang suka karena bermanfaat,” kata Perajin Tas Plastik, Jamiss Sholekhah.

Menurut Diana Sasa, tasnya bagus, desainya keren, dan anyamannya rapi.

“Saya tidak malu untuk memakainya sehari-hari. Nanti salah satu akan saya jadikan hadiah untuk kolega saya. Kita harus ikut mempromosikan hasil karya usaha kecil seperti ini. Endorse gratis untuk rakyat Magetan lah pokoknya,” kata Sasa, panggilannya.

Sasa menawarkan kepada ibu-ibu Desa Blaran untuk membentuk koperasi usaha bersama, agar bisa dikembangkan lagi permodalan dan perputaran usahanya.

“Saya siap mendatangkan tim untuk mendampingi pendirian koperasi hingga berjalan nantinya.”

Jamiis Sholekhah bercerita, pembuatan tas dari bahan plastik ini dimulai ketika bersama sejumlah ibu-ibu lain mendapat pelatihan dari Dinas Sosial.

“Awalnya, modal berasal dari bahan sisa pelatihan. Jadi 200 tas, dan laku 900 ribu. Dari situ terus dikembangkan hingga sekarang,” kata Jamiis.

Bersama kelompok pelatihannya, Jamis tergabung dalam KUBE Menteles Grup di Kecamatan Barat yang memiliki 10 kelompok di masing- masing desa.

Produk- produk yang dipasarkan antara lain adalah tas dari anyaman plastik dengan harga mulai Rp 5.000 hingga Rp 100.000 tergantung dari bahan dan tingkat kesulitan anyaman. Penjualan hingga saat ini lewat manual atau antar teman, dan media sosial.

Produk anyaman tas plastik ini sudah menembus beberapa daerah di Indonesia. Bberapa kali pemesanan dari Batam.

“Lumayan, mas. Ini bisa jadi tambahan nutupi kebutuhan keluarga, dan buat tabungan juga,” kata Jamiis yang suaminya bekerja serabutan. *

Berita Terkait

Hot this week

Kwarcab Pramuka Magetan Utus Dua Anggota Ikuti Diklat Lanjutan Brigade Penolong Kwarda Jatim

Surabaya – Sebanyak dua utusan Kwartir Cabang (Kawrcab) Pramuka...

Ajukan Surat Pengunduran Diri, Pj Bupati Magetan Hergunadi Maju Pilkada

Magetan – Penjabat Bupati Magetan Hergunadi memastikan diri untuk...

Perputaran Ekonomi Lebih Setengah Milyar, Pameran Tosan Aji Ditutup dengan Wayang Kulit

Pameran Tosan Aji Joyo Jayaning Nuswantoro 2024, yang digelar...

Sidak di Tiga Kecamatan, Tim Gabungan Pemkab dan Polres Magetan Temukan Kandang Ayam Gunakan Gas Melon

Magetan – Tim gabungan dari Diperindag, Disnakkan, Bidang Perekonomian...

Kampus Unesa Mau Buka, Satpol PP dan Damkar Magetan Merazia PSK

Maopasti - Sebanyak 10 PSK terjaring dalam razia yang...
-Advertisement-spot_img

Berita Terbaru

‘Nyawiji Budi Pakerti lan Budaya’, Gumregah Bersih Desa Kelurahan Kebonagung Magetan

Magetan - Pelaksanaan Bersih Desa Kelurahan Kebonagung, Magetan, makin...

Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 Resmi Diluncurkan, Menteri AHY Harap Bisa Dorong Investasi dan Kepastian Hukum

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),...

Ini 7 Program Andalan Kakanwil BPN Jatim dalam 100 Hari Kerja

Surabaya - Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa...

Pj Bupati Magetan ‘Running’ Pilkada, Golkar Tetap Usung Bunda

Magetan – Mundurnya Hergunadi sebagai Pj Bupati Magetan untuk...
spot_img

Popular Categories