Pemilu 2024

Tahun Politik, Bawaslu Magetan Ajak Media Berperan Aktif Awasi Pemilu

Magetan – Tahun 2024 adalah tahun politik. Di tahun bershio naga itu, ada Pemilu serentak. Yakni, pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Magetan melihat akan banyak berita yang bersliweran, yang dikonsumsi masyarakat. Baik dari media cetak, radio, televisi maupun media online. Termasuk, di media sosial.

“Bawaslu berharap media ikut berperan aktif dalam pengawasan Pemilu. Dengan begitu, akan muncul kesadaran politik dan partisipasi bersama, khususnya dalam pengawasan Pemilu di Magetan,” kata Ketua Banwaslu Magetan, Hendrad Subyakto.

Hal tersebut diungkapkan Hendrad saat sosialisasi bertema “Peran Media Massa dan Media Komunikasi Digital” dalam pengawasan Pemilu serentak 2024 di RM Harmada Joglo, Rabu (7/7/2022).

Sebagai narasumber, Wakil Ketua PWI Jatim Machmud Suhermono. Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Cahaya Wijaya, anggota Banwaslu dan KPU Magetan.

Hendrad menambahkan, perlunya filterisasi terkait berita-berita hoaks, yang ekskalasinya cenderung meningkat pada Pemilu 2024 mendatang. Itu sebabnya, diharapkan media massa memainkan perannya dalam hal cek fakta berita-berita yang cenderung mengarah pada ketidakbenaran.

Ditambahkan Muries Subiyantoro, Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lmbaga Bawaslu Magetan, dalam pengawasan penyelengaraan Pemilu, tidak terlepas dari peran media massa. Di mana, salah satu peran media adalah mencerdaskan masyarakat.

Dengan begitu, akan terbangun kesadaran politik di masyarakat. “Selanjutnya, di masyarakat akan memiliki pandangan yang positif terhadap Pemilu,” harap Muries.

Menurut dia, kesadaran politik membutuhkan suatu pengetahuan yang itu bisa dibangun bersama seluruh stakeholder. Dan, ketika kesadaran politik sudah terbangun tentu tingkat partisipasi akan meningkatkan.

Ini, lanjut dia, menjadi tugas kita bersama. Sebab, partisipasi memiliki peran penting untuk mengontrol dan mengawasi jalanya penyelengaraan pesta demokrasi.

“Sehingga akan terhindar dari tindakan penyelewengan dan mengubah kesadaran masyarakat dari apatis menjadi aktif dan ini tugas kita bersama. Sehingga, Pemilu lebih berkualitas dan kepercayaan publik akan meningkatkan,” terang Muries. (mif/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment