Minggu, 21 Juli 2024

Tak Dewasa Berdemokrasi, Diana Sasa Kecam Aksi Perusakan Alat Peraga Kampanye di Magetan

Magetan – Pesta demokrasi Pemilu 2024, sangat terlihat ketika memasuki masa kampanye mulai 28 November 2023 lalu. Sejak itu, hingga sekarang bermunculan baliho dan spanduk sebagai alat peraga kampanye dari calon legislative, calon presiden dan wakil presiden, serta partai politik.

Sayangnya, pesta dinodai dengan aksi tak terpuji dengan perusakan alat peraga kampanye.

Anggota DPRD Jawa Timur, Diana Sasa, mengaku seminggu ini mendapat laporan alat peraga kampanyenya dirusak. Terdiri atas, baliho tanda gambar dirinya, banner Capres Ganjar Pranowo dan baliho HUT ke-51 PDI Perjuangan.

“Milik saya ada 5. Baliho Ganjar banyak sekali. Ada yang lebih menyakitkan, yakni perusakan terhadap baliho HUT ke-51 PDI Perjuangan serta pengambilan bendera partai,” kata Caleg Nomor Urut 3 untuk DPRD Provinsi Jawa Timur itu, Minggu (21/1/2024).

Diana Sasa mengaku memasang sekitar 100 baliho alat peraga kampanye dirinya, baliho capres dan HUT PDIP Perjuangan. Dipasang di desa yang menjadi binaannya.

“Saya pasang baliho karena ditanya warga maju lagi apa enggak, sehingga saya buat baliho. Dan, isinya ucapan selamat karena desa tersebut mendapatkan bantuan hibah dari provinsi atas aspirasi saya. Dipastikan dirusak, karena pola yang teratur. Disilet pada nama dan wajah,” jelasnya.

Diana Sasa mengecam aksi perusakan alat peraga kampanye karena selain melanggar hukum, tindakan itu menunjukkan sikap tidak dewasa atas demokrasi dan perbedaan pilihan.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Setiap individu berhak atas pilihan yang mewakili nilai dan kepentingannya. Penting sekali untuk menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai demokrasi. Beda boleh, tapi jangan melukai,” sambungnya.

Tokoh literasi perempuan di Magetan itu, mendukung penegakan hukum yang adil atas aksi vandalisme alat peraga kampanye.

“Saya berharap ada tindakan nyata dari Bawaslu dan Gakkumdu Magetan. Kalau aksi perusakan makin masif saya akan melapor karena banyak juga dari teman-teman partai lain. Kemarin ada pelaku yang tertangkap. Masih anak usia SMP, disuruh orang dan dibayar,” ungkapnya.   

Diana Sasa mengajak semua pihak untuk menjaga kondusifitas di Magetan serta Bersatu kembali apapun hasil dari perbedaan pilihan. (far/mk)

Berita Terkait

Hot this week

Ajukan Surat Pengunduran Diri, Pj Bupati Magetan Hergunadi Maju Pilkada

Magetan – Penjabat Bupati Magetan Hergunadi memastikan diri untuk...

Kwarcab Pramuka Magetan Utus Dua Anggota Ikuti Diklat Lanjutan Brigade Penolong Kwarda Jatim

Surabaya – Sebanyak dua utusan Kwartir Cabang (Kawrcab) Pramuka...

Perputaran Ekonomi Lebih Setengah Milyar, Pameran Tosan Aji Ditutup dengan Wayang Kulit

Pameran Tosan Aji Joyo Jayaning Nuswantoro 2024, yang digelar...

Sidak di Tiga Kecamatan, Tim Gabungan Pemkab dan Polres Magetan Temukan Kandang Ayam Gunakan Gas Melon

Magetan – Tim gabungan dari Diperindag, Disnakkan, Bidang Perekonomian...

Pengusaha Kos di Sekitar Kampus Unesa Dapat Pelatihan dari Pemkab Magetan agar Bisa Dukung Sektor Pariwisata

Magetan – Menjelang dibukanya Kampus Unesa Magetan pada Agustus...
-Advertisement-spot_img

Berita Terbaru

‘Nyawiji Budi Pakerti lan Budaya’, Gumregah Bersih Desa Kelurahan Kebonagung Magetan

Magetan - Pelaksanaan Bersih Desa Kelurahan Kebonagung, Magetan, makin...

Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 Resmi Diluncurkan, Menteri AHY Harap Bisa Dorong Investasi dan Kepastian Hukum

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN),...

Ini 7 Program Andalan Kakanwil BPN Jatim dalam 100 Hari Kerja

Surabaya - Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa...

Pj Bupati Magetan ‘Running’ Pilkada, Golkar Tetap Usung Bunda

Magetan – Mundurnya Hergunadi sebagai Pj Bupati Magetan untuk...
spot_img

Popular Categories