Peristiwa

Tak Hanya Telaga Wahyu, Dua Aset Pemkab ini juga Mangkrak

Magetan – Selain kios cinderamata dan Plaza Kuliner di Telaga Wahyu, ada sejumlah aset lain milik Pemkab Magetan, yang mangkrak.

Aset yang terbengkalai itu adalah bangunan Kawasan Industri Rokok (KIR) di Kel/Kec. Bendo. Juga Pasar Buah Agrowisata di Desa Bibis Kec. Sukomoro, yang kondisinya seperti terabaikan.

Melihat dari dekat, bangunan KIR Bendo ini memprihatinkan. Kondisinya tidak begitu terurus. Sisa lahan ditanami ketela, pepaya, jagung dan kebun tebu.

Bangunan atau aula kelihatan dimanfaatkan untuk latihan bulutangkis. Sebab, di dalam ada net dan lapangan. Kondisi bangunannya juga bocor di beberapa bagian. Kotor.

Di pintu masuk, ada ruang pos satpam. Tapi, bangunan tersebut, belum 100 persen jadi. Pagarnya juga sudah tembok keliling.

Bupati Magetan Suprawoto pernah mengajak seorang investor di KIR Bendo. Namun, hingga kini, belum ada kabar kelanjutan dari investor tersebut.

Lahan KIR tersebut memiliki luas sekitar 7.600 m2. Berada di blok 10 nomor 19 Kel. Bendo, di barat lapangan. Pembangunan gedung itu dimulai tahun 2011 dengan anggaran DBHCT senilai Rp 1,2 miliar.

Leading sector-nya Disperindag. Namun, KIR Bendo tersebut sempat jadi masalah hukum. Akan tetapi oleh Kejaksaan Negeri Magetan kasus hukum sudah inkracht.

Saat mengunjungi bangunan KIR Bendo, media ini bertemu dengan pria setengah baya. Namanya mbah Saji, warga Dukuh Gandu Kel. Bendo. Saat itu, ia sedang mencangkul area lahan tersebut. Lantaran gerimis, kakek ini ngiyup di emper KIR Bendo.

“Dulu, saya dipasrahi Disperindag untuk bersihkan rumput di area KIR. Termasuk, dibolehkan menanaminya. Mbiyen mas, rumputnya sini itu tinggi-tinggi,” aku mbah Saji, Selasa (22/02/2022).

Pasar Buah Agrowisata Bibis yang Terabaikan

Selain kios cinderamata Telaga Wahyu dan bangunan KIR Bendo, ada satu lagi aset Pemkab Magetan yang terabaikan. Yakni, Pasar Buah Agrowisata di Desa Bibis, Kec. Sukomoro.

Dulu, mungkin alasan pembangunan pasar ini, peruntukkannya sebagai etalase sentra jeruk Pamelo, salah satu ikon Magetan. Sebab, di kawasan Betasuka (Bendo, Takeran, Sukomoro dan Kawedanan) dikenal jeruk Pamelo.

Pantauan media ini, Kios-kios di Pasar Buah Agrowisata di Desa Bibis tersebut pada tutup. Ada juga yang beralih fungsi.

Dewan Pernah Membahas di Pansus Aset

Anggota Komisi C DPRD Magetan, Dwi Ariyanto mengatakan, dewan pernah membentuk Pansus Aset di tahun 2020. Hasilnya pun sudah direkomendasikan pada BPPKAD dan OPD terkait di pemkab.

“Kalau yang bangunan KIR di Bendo dan kios di Telaga Wahyu, sebenar kami di dewan, ya eman. Karena tidak produktif dan kesannya tidak terurus,” kata Dwi Ariyanto, wakil rakyat dari PAN ini.

Pansus Aset, kata dia, merekomendasikan dilakukan sensus atas aset-aset milik Pemkab Magetan. Yakni, bagaimana administrasi, dan bagaimana pemanfaatannya? “Apakah aset tersebut produktif atau mangkrak, semua sudah dibahas di Pansus Aset,” ujar dia.

Soal KIR Bendo, kios cinderamata Telaga Wahyu, juga Pasar Buah Agro di Bibis juga masuk dalam bahasan Pansus Aset. Termasuk, aset-aset lainnya yang jumlahnya banyak. Juga masalah sertifikasi aset. “Aset pemkab yang sudah tersertifikat saja seingat saya baru 40an persen,” terang Dwi.

BPPKAD dan Disperindag soal Aset

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Yayuk Sri Rahayu, mengatakan pihaknya hanya bertugas melakukan penatausaahan dan pencatatan aset saja.

“Selebihnya, terkait pemanfaatan dan pengelolaan itu wewenang OPD yang menjadi leading sector. Kalau aset di KIR Bendo, pengelolaannya ada di Disperindag,” terang Kepala BPPKAD.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sucipto mengatakan, lantaran aset KIR Bendo tersebut ada kasus hukumnya, maka pihaknya belum berani melangkah.

“Jadi, saya harus konsultasi dulu ke Kejaksaan Negeri. Apakah sudah boleh dipergunakan apa belum aset. Sampai saat ini, kami belum memanfaatkan aset di KIR Bendo,” kata Sucipto. (ant/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment