Peristiwa

Waduh, APBD Magetan 2021 yang Tak Terserap Sebesar Rp 363 Miliar, Bupati Beralasan Pandemi

Magetan РSilpa atau Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran di APBD 2021 Pemkab Magetan, menggunung. Nominal duit yang menjadi Silpa itu, sungguh luar biasa besar, Rp 363 miliar.

Kenyataan ini tentu ironis. Sebab, kondisi perekonomian masyarakat Magetan masih belum pulih akibat pandemi Covid-19, dalam dua tahun terakhir.

Besarnya anggaran yang tidak terserap dari APBD 2021 ini, terungkap dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Magetan, Suprawoto, saat sidang paripurna DPRD, Kamis (31/03/2022).

Bupati Suprawoto berdalih masalah tidak terserapnya anggaran ini karena pandemi Covid-19. Di mana, pagebluk ada kejadian luar biasa. “Kita kan harus menyediakan anggaran untuk Covid-19. Dan, itu hanya terserap sekitar Rp 35 miliaran saja,” terang bupati.

Suprawoto yakin Silpa Rp 363 miliar seperti di Magetan tahun 2021 ini, juga dialami kota dan kabupaten lain. “Tetapi dalam artian, kemudian kita tidak boleh menghambur-hamburkan dalam membelanjakan uang Covid-19.”

Menurut dia, pihaknya akan mempertanggungjawabkan Silpa APBD 2021 ini, sesuai dengan peraturan pemerintah. Termasuk, banyaknya anggaran publik yang tidak terserap.

“Silpa ini terbanyak dari sisa anggaran lelang. Jadi misalnya dari pagu 100 persen, lalu ditawar 80 persen. Kan ada sisa 20 persen. Kalau dijumlah itu juga besar.”

Dalam LKPJ tahun 2021, bupati juga mengungkapkan bahwa laju inflasi naik 0,15 persen menjadi 1,39 persen. Ini dari tahun 2020 yang sebesar 1,24 persen.

“Karena inflasi terlalu rendah maka kurang bisa memacu pertumbuhkan ekonomi. Ke depan, akan kami upayakan menjaga inflasi pada batas aman, tiga hingga empat persen,” papar bupati.

Kemudian, angka kemiskinan di Magetan tahun 2021 sebesar 10,66 persen. Ini tidak mencapai target tahun 2021 sebesar 9,71 persen.

“Namun, angka kemiskinan kita itu lebih rendah dari Jatim yang sebesar 11,40 persen. Dan angka kemiskinan rata-rata nasional 10,14 persen.”

Bupati menjelaskan pula bahwa pengangguran terbuka tahun 2021 sebesar 3,86 persen. Angka tersebut belum mencapai target RKPD maupun RPJMD, yaitu : 2,85 persen. (mif/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment