Magetan – Upaya untuk mengolah sampah pasti tak mudah. Lawannya, cuaca. Apalagi, kalau tak punya tempat sendiri.
Ini bertahun-tahun dialami Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sukoresik di Kelurahan Sukowinangun.
“Kalau pas musim hujan, kendaraan tak bisa masuk ke TPS milik DLH di Banjarmlati karena jalannya rusak. Sehingga, kami memilahnya sampai atas jembatan. Betapa sulitnya memang,” kata Ketua KSM Sukoresik Sukowinangun, Arjiyono, Senin (8/92025).
Memiliki TPS 3R, menurut Harjiyon, tak hanya menyelesaikan soal pemilihan. Namun, juga bisa dimaksimalkan untuk mengolah sampah, misalnya menjadi pupuk organik.
“Kami punya Gambaran, TPS 3R akan difungsikan maksimal. Mulai dari pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi pupuk, atau nilai ekonomis lain seperti cacing, magot dan yang lain,” ungkapnya.
Intinya, kata Arjiyono, dari TPS 3R yang memaksimalkan pemilahan dan pengolahan akan mengurangi volume residu yang dibawa ke TPA oleh DLHP (Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan) Magetan.
Sukowinangun mengusulkan pengadaan TPS 3R sejak 2024. Akhirnya, direspon tahun ini. Saat ini pembangunannya sedang berjalan. Dalam waktu dekat akan digunakan.
“Alhamdulillah, apa yang diimpikan warga Sukowinangun, bisa terwujud. Kami berharap pelayanan kami terkait sampah bisa maksimal. TPS 3R ini sekaligus akan menyerap, menambah lapangan pekerjaan,” kata Lurah Sukowinangun, Agus Dwi Ariyanto.
TPS 3R dibangun DPUPR Magetan dari Dana Alokasi Khusus sebesar Rp499 juta. TPS 3R ini juga akan dilengkapi alat pengolahan sampah organik seperti mesin pencacah.
“Sebelumnya, semua sampah organik tidak bisa kami olah, langsung masuk kontainer yang kemudian diangkut LH,” kata Arjiyono.
Menurut Arjiyono, nilai ekonomis pengolahan sampah akan makin tinggi, manakala pupuk organik makin sering digunakan. (adv/far/mk)




