Selasa, 6 Januari 2026

PDIP Magetan akan Bawa Isu Anak Muda dan Lingkungan ke Rakernas 10-12 Januari 2026

Magetan — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan memastikan akan mengusung isu anak muda dan ketahanan lingkungan hidup dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang dijadwalkan berlangsung pada 10–12 Januari 2026 mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan, Diana Sasa, mengatakan, dua isu tersebut diangkat berdasarkan pengalaman dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di daerah di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, ada jarak yang semakin lebar antara politik dan generasi muda, sementara persoalan lingkungan justru semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

“Anak muda sekarang sebenarnya bukan tidak peduli politik. Mereka peduli, tetapi menginginkan politik yang masuk akal, jujur, dan relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari,” kata Mbak Sasa, panggilan akrabnya, Senin (5/1/2026).

Ia menilai, pendekatan politik yang masih bertumpu pada simbol-simbol lama, seperti perbalihoan dalam jumlah besar, sudah tidak lagi efektif menjangkau generasi muda. Selain membutuhkan biaya tinggi, baliho juga dinilai menciptakan sampah visual dan tidak membangun komunikasi dua arah.

“Anak muda tidak membaca baliho. Mereka membaca konsistensi sikap dan kerja nyata. Karena itu, kami mendorong partai untuk lebih serius membangun komunikasi politik di ruang digital yang dialogis, bukan sekadar kampanye satu arah,” jelasnya.

Pendidikan politik juga harus lebih ditekankan, agar anak muda semakin sadar bahwa membangun masa depan tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi dimulai dari generasi hari ini. Partai politik tidak boleh gagap terhadap perubahan, melainkan harus bertransformasi menjadi sebuah organisasi yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Selain isu anak muda, DPC PDI Perjuangan Magetan juga menaruh perhatian besar pada persoalan lingkungan hidup. Diana menyebut, berbagai kasus kerusakan lingkungan, mulai dari persoalan sampah, aktivitas tambang, hingga alih fungsi lahan, telah berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

“Bagi daerah seperti Magetan, lingkungan bukan isu masa depan. Ini persoalan hari ini. Ketika terjadi bencana akibat kerusakan lingkungan, yang pertama terdampak adalah rakyat kecil,” katanya.

Menurutnya, keberpihakan terhadap lingkungan harus menjadi sikap politik yang tegas, bukan sekadar urusan teknis atau administratif. Ia juga mendorong kader partai yang berada di eksekutif maupun legislatif untuk menjadikan aspek lingkungan sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembangunan.

Kunci dari semua permasalahan ini adalah keberpihakan, pembangunan adalah sesuatu keniscayaan akan tetapi keberlangsungan lingkungan hidup adalah esensi dari masa depan.

Dalam Rakernas nanti, DPC PDI Perjuangan Magetan juga akan mengaitkan isu anak muda dan lingkungan dengan perlindungan ekonomi rakyat, termasuk penguatan pasar tradisional sebagai ruang hidup pelaku ekonomi kecil.

“Bagi kami di daerah, semua isu ini saling berkaitan. Anak muda membutuhkan masa depan yang adil, dan masa depan itu tidak mungkin terwujud jika lingkungan rusak dan ekonomi rakyat terpinggirkan,” ujarnya.

Melalui usulan tersebut, DPC PDI Perjuangan Magetan berharap Rakernas dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih membumi dan memberi ruang bagi daerah untuk menerjemahkan garis ideologi partai ke dalam kebijakan nyata. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

Berita Terbaru

spot_img
spot_img

Popular Categories