Sampaikan Pesan Kebersamaan dan Pengabdian, 180 Guru Menari Tari Jalak Lawu di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Magetan

Magetan — Sebanyak 180 penari menampilkan Tari Jalak Lawu secara massal dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, yang digelar di Alun-alun Magetan, Jumat pagi, (3/1/2026).

Penampilan kolosal tersebut melibatkan peserta dari 76 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) se-Kabupaten Magetan. Pagelaran ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Forum Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Forkamis) atau Gemis, yang dikolaborasikan dengan peringatan HAB Kemenag ke-80.

Koordinator kegiatan menjelaskan, jumlah 180 penari memiliki filosofi khusus, yakni angka 1 melambangkan Kementerian Agama sebagai pemersatu, sementara angka 80 merepresentasikan usia Kemenag yang ke-80.

“Melalui tarian ini kami ingin menyampaikan pesan kebersamaan, sinergi, dan semangat pengabdian Kementerian Agama dalam usia ke-80,” ujar Dwi Puja, selaku koordinator Tari Jalak Lawu massal.

Selain menjadi bagian dari peringatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Tari Jalak Lawu sebagai ikon budaya Kabupaten Magetan, sekaligus mengenalkan versi terbaru Tari Jalak Lawu kepada masyarakat dan para siswa madrasah.

Sebelum tampil, para peserta mengikuti pelatihan tari selama dua hari yang dikoordinir secara terpusat. Latihan kemudian dilanjutkan di masing-masing wilayah atau Kelompok Kerja Guru (KKG) madrasah. Seluruh penari kembali digabungkan dalam latihan bersama pada 31 Desember dan 2 Januari sebagai persiapan akhir.

Penampilan massal ini disebut sebagai penampilan perdana Tari Jalak Lawu versi terbaru yang ditampilkan secara kolosal, sesuai arahan pembinaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Pembantu koordinator kegiatan, Hevita Mariyana, menyampaikan bahwa keterlibatan peserta madrasah dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini, kedepan bisa diajarkan kepada para anak-anak didik. Sehingga mereka bisa belajar mencintai dan menjaga warisan budaya Magetan,” ujarnya.

Ratusan warga tampak memadati kawasan Alun-alun Magetan sejak pagi hari untuk menyaksikan pertunjukan tersebut, yang menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan HAB Kemenag tahun ini.

Penyelenggara berharap, melalui kegiatan ini, Tari Jalak Lawu semakin dikenal luas sebagai identitas budaya Magetan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda, khususnya siswa madrasah. (rud/mk)

Hot this week

Tak Ketinggalan, ASN di Lingkup Pemerintah Kecamatan Takeran Gelar Aksi Beli Telur Peternak Magetan

Takeran - Gerakan ASN membeli telur dari peternak lokal...

Bangunan di Saluran Tambran Dua Magetan Mulai Ditertibkan, BBWS Solo Kirim Surat Teguran Pertama

Magetan – Bangunan di atas drainase Tambran, mulai ditertibkan....

Kapan Pengacara Bisa Melakukan Pendampingan di Perkara Pidana?

PERTANYAAN di atas sering menjadi pertanyaan masyarakat umum ketika...

Ribuan Siswa Tulis Surat Terbuka ke Bupati Magetan

Magetan - Katon Ageng Pangestu berharap kesenian dan budaya...

Topics

Bangunan di Saluran Tambran Dua Magetan Mulai Ditertibkan, BBWS Solo Kirim Surat Teguran Pertama

Magetan – Bangunan di atas drainase Tambran, mulai ditertibkan....

Kapan Pengacara Bisa Melakukan Pendampingan di Perkara Pidana?

PERTANYAAN di atas sering menjadi pertanyaan masyarakat umum ketika...

Ribuan Siswa Tulis Surat Terbuka ke Bupati Magetan

Magetan - Katon Ageng Pangestu berharap kesenian dan budaya...

Studi Banding ke Desa Sumberdukun, ‘PR’ Mangkraknya TPS 3R di Desa Kartoharjo Dikerjakan

Magetan – ‘PR’ mangkraknya TPS 3R Desa Kartoharjo, langsung...

Bantu Serapan Telur Peternak Rakyat, Bupati Magetan Keluarkan Sejumlah Kebijakan

Magetan – Keresahan peternak telur karena harga anjlok dan...

Isi Kekosongan Kepengurusan, KSB DPC PKB Magetan Ditetapkan

Magetan – Kekosongan kepengurusan DPC PKB Magetan tak dibiarkan...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img