Digelar Malam di Halaman Sekolah, Wisuda Lulusan SD Muhammadiyah 3 Sukomoro Unik dan Mengharukan

Magetan – SD Muhammadiyah 3 Sukomoro bukan sekolah yang berada di tengah Kota Magetan. Namun, urusan acara wisuda siswa, SD yang berada di lingkungan Kompleks Kampoeng Tjenekia Moehammadijah ini, punya konsep yang unik.

Wisuda SD digelar malam hari. Di halaman sekolah. Karpet merah menuju panggung dihiasi lampu dan foto para wisudawan. Suasananya syahdu, khidmat, mengharukan jadi satu.

Acara ini dipuji Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan Suhardi yang datang memenuhi undangan.  

“Ini luar biasa. Acaranya digelar malam, di halaman, sehingga langsung di bawah langit, bulan dan bintang,” ungkapnya, Jumat (12/6/2026).

Prosesi wisuda diawali dengan pemberian ijazah dan piagam. Serta, penghargaan bagi siswa yang berprestasi. Acara wisuda juga diisi dengan tampilan seni budaya, dan keahlian membaca Al-Qur’an.

Sebanyak 28 siswa telah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Muhammadiyah 3 Sukomoro dari total sekitar 150 siswa.

Kepala SD Muhammadiyah 3 Sukomoro Satriyo Bayu Pamungkas memastikan lulusan mendapatkan bekal akademik dan ilmu agama.

“Kami didik berlandaskan Al-Qu’ran dengan harapan mereka menjadi anak soleh dan salihah. Lulusan SD Muhammadiyah 3 Sukomoro paling tidak bisa hafal 2 Juz Al-Qur’an. Bekal dari sini akan siap bersaing dengan siswa yang lain,” katanya.

Kepala SD Muhammadiyah 3 Sukomoro, Satriyo Bayu Pamungkas (kanan) menyerahkan piagam bagi siswa kelas VI yang telah lulus.

Kepala Dinas Dikpora Suhardi mengatakan orang tua siswa tidak keliru menitipkan amanah anaknya di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah, seperti SD Muhammadiyah 3 Sukomoro.

“Upaya untuk memberikan pendidikan dasar, tak cukup hanya dilakukan pemerintah melalui sekolah negeri. Apa yang telah dilakukan lembaga Pendidikan Muhammadiyah sangat membantu pemerintah,” jelasnya.

Menurut Suhardi potensi anak yang dididik dengan baik di SD Muhammadiyah 3 Sukomoro harus terus ditumbuhkembangkan. Karena itu, dia berpesan agar orang tua melanjutkan pendidikan anaknya ke sekolah yang juga baik, tidak asal-asalan.

SD Muhammadiyah yang berada di Desa kedungguwo, Sukomoro telah berusia 16 tahun. Wisuda tahun ajaran 2025/2026 merupakan Angkatan XI. Di awal berdiri, SD Muhammadiyah hanya memiliki 3 murid. Salah satunya, telah menjadi tenaga pengajar. Dan, dua lainnya masih berkuliah. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

Terbaru

Popular Categories