BerandaPeristiwaPengantar Nota Keuangan RAPBD Magetan 2027, Didik Haryono: Paparan Atraktif, tapi Tidak...

Pengantar Nota Keuangan RAPBD Magetan 2027, Didik Haryono: Paparan Atraktif, tapi Tidak Progresif

Magetan – Konservatif, dan tidak ‘greget’. Itu penilaian Anggota DPRD Magetan, Didik Haryono, dalam menanggapi penjelasan Bupati terhadap Pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Magetan Tahun Anggaran 2027.

Penjelasan ini dibacakan Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, kemarin di Rapat Paripurna DPRD.

“Teknik penyampaian memang atraktif, menarik. Itu gaya baru dan menurut saya lebih baik gitu. Akan tetapi, dari aspek kinerja keuangan, konservatif sekali. Nggak ada greget Pemkab dalam menyiapkan APBD 2027,” katanya, Jumat (11/9/2026).

Menurut Didik, dalam kondisi keuangan daerah yang tertekan karena pengurangan Tranfer Keuangan Daerah, harusnya APBD ini dikelola seefektif dan seoptimal mungkin. Efektif dalam pembiayaan dan maksimal dalam optimalisasi pendapatan. 

Dia menjelaskan, dari APBD Rp1,8 Triliun, Rp826 Miliar dihabiskan untuk belanja pegawai. Itu artinya, belanja pegawai masih mencapai 45 persen kekuatan APBD. Padahal, aturan Kemenkeu maksimal 30 persen. Dan, pada APBD 2026, belanja pegawai masih 37 persen. 

“Dampaknya, belanja infrastruktur berkurang atau tidak memenuhi pagu anggaran yang harusnya 40 persen dari APBD,” tambahnya.

Alasan kedua, kenapa Didik menilai konservatif, dilihat dari pengelolaan PAD. Dari aspek pendapatan, PAD 2027 ditarget Rp346,2 M. Target ini, katanya, tidak realistis jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi 5,3 persen. Pasalnya, realisasi PAD tahun 2025 sudah bisa mencapai Rp380 Milyar.

“Nah, artinya nggak progresif, kurang greget. Harusnya lebih greget dalam optimalisasi PAD. Dengan cara intensifikasi dan penguatan Sistem Pengendalian Internal pengelolaan pendapatan. Apalagi, dalam kondisi TKD berkurang,” jelas Ketua Golkar Magetan itu.

Menurut didik, tidak perlu menambah tarif, membuka ekstensifikasi, cukup dengan intensifikasi dan penguatan SPI, maka optimalisasi PAD bisa lebih progresif.

Sebelumnya, Pemkab Magetan menyatakan penyusunan APBD 2027 diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, dalam paparannya menyebut total APBD Kabupaten Magetan dialokasikan sebesar Rp1.866.129.678.575 (Satu Triliun Delapan Ratus Enam Puluh Enam Miliar Seratus Dua Puluh Sembilan Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Tujuh Puluh Lima Rupiah).

Pelaksanaan program dan kegiatan difokuskan untuk mendukung 7 prioritas pembangunan daerah, yaitu, SDM Andal, Komoditas Unggul, Birokrasi Tanggap, Masyarakat Sejahtera, Ekonomi Kuat, Infrastruktur Mantap, dan Magetan Harmonis. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Rakerda di Banyuwangi, HKTI Magetan Bawa Suara Petani dan Tekad Bangun Pertanian Maju serta Modern

Magetan – Datang bawa suara petani dan pulang membawa tekad untuk berbuat lebih banyak...

Kades Sambirobyong Lantik Kasi Pemerintahan, Pemkab Magetan: Segera Adaptasi, dan Pahami Aturan-aturan Baru tentang Desa

Sidorejo - Pemerintah Desa Sambirobyong, Sidorejo, menggelar pelantikan Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan, pada sebuah...

Literasi dan Seni, Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan 2026 Gelar Wayang Kulit Lakon Srikandi Kridho

Plaosan – Gelaran seni tradisional dihadirkan dalam Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan Magetan...
spot_img

Artikel Terkait