Senin, 19 Januari 2026

PSHT Magetan Gaspol Cetak Wasit Juri Pertandingan Silat

Magetan – Padepokan PSHT Ranting Bendo akhir pekan ini terasa lebih sibuk dari biasanya. Sabtu dan Minggu (17/1/2026 dan 18/1/2026), puluhan warga PSHT berdatangan bukan untuk latihan biasa, melainkan mengikuti Diklat Wasit Juri yang digelar PSHT Cabang Magetan.

Total ada 34 peserta, semuanya utusan ranting se-Magetan.

Mereka disiapkan menjadi bibit muda wasit-juri, generasi baru perangkat pertandingan yang kelak bakal banyak dibutuhkan seiring makin padatnya agenda pembinaan dan kompetisi pencak silat.

Ketua PSHT Cabang Magetan, Nanang Budi Setyaji, menilai langkah ini bukan sekadar formalitas. Baginya, pertandingan yang sehat tidak hanya ditentukan oleh atlet yang siap tanding, tetapi juga oleh perangkat pertandingan yang adil dan paham betul aturan main.

“Wasit dan juri adalah penjaga marwah pertandingan. Ketika perangkatnya kuat, pertandingan jadi tertib, sportif, dan pembinaan prestasi bisa berjalan lebih bermartabat,” kata Nanang.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Diklat, Boy Sukresno, mengatakan diklat ini memang diarahkan untuk memperkuat standar dan karakter wasit-juri. Bukan hanya soal hafal pasal-pasal pertandingan, tetapi juga keteguhan sikap saat berada di tengah tensi laga.

“Diklat ini kami siapkan untuk menstandarkan kemampuan wasit dan juri, supaya keputusan di pertandingan semakin objektif, adil, dan bisa dipertanggungjawabkan. Peserta adalah utusan ranting se-Magetan, kami siapkan sebagai bibit muda wasit-juri,” ujar Boy, Minggu (18/1/2026).

Yang menarik, pelatih dan pemateri dalam diklat ini datang dari Wasit Juri IPSI Kabupaten Magetan. Harapannya, pemahaman peserta makin selaras dengan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat standar kompetensi perwasitan di lapangan. Selama dua hari, peserta menerima materi peraturan pertandingan, mekanisme penilaian, etika dan sikap wasit-juri, hingga simulasi memimpin pertandingan.

Panitia menekankan hal-hal mendasar yang sering jadi penentu: ketelitian melihat momen, ketegasan mengambil keputusan, dan konsistensi menerapkan aturan.

Boy menyebut, perangkat pertandingan yang baik adalah yang tidak mudah goyah oleh sorak penonton, tekanan kubu tanding, maupun situasi panas di arena.

“Wasit-juri harus paham aturan, tapi juga punya ketenangan, keberanian, dan integritas saat memimpin pertandingan,” katanya.

Usai diklat, para peserta ditargetkan bisa mulai dilibatkan pada agenda pertandingan internal dan kegiatan pembinaan berikutnya. Dari Bendo, PSHT Cabang Magetan berharap lahir perangkat pertandingan yang bukan hanya cakap secara teknis, tapi juga kuat secara karakter—agar silat prestasi di Magetan tumbuh dengan cara yang sehat. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

spot_img
spot_img

Popular Categories

spot_img