Selasa, 6 Januari 2026

Sampaikan Pesan Kebersamaan dan Pengabdian, 180 Guru Menari Tari Jalak Lawu di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Magetan

Magetan — Sebanyak 180 penari menampilkan Tari Jalak Lawu secara massal dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, yang digelar di Alun-alun Magetan, Jumat pagi, (3/1/2026).

Penampilan kolosal tersebut melibatkan peserta dari 76 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) se-Kabupaten Magetan. Pagelaran ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Jadi Forum Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (Forkamis) atau Gemis, yang dikolaborasikan dengan peringatan HAB Kemenag ke-80.

Koordinator kegiatan menjelaskan, jumlah 180 penari memiliki filosofi khusus, yakni angka 1 melambangkan Kementerian Agama sebagai pemersatu, sementara angka 80 merepresentasikan usia Kemenag yang ke-80.

“Melalui tarian ini kami ingin menyampaikan pesan kebersamaan, sinergi, dan semangat pengabdian Kementerian Agama dalam usia ke-80,” ujar Dwi Puja, selaku koordinator Tari Jalak Lawu massal.

Selain menjadi bagian dari peringatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan Tari Jalak Lawu sebagai ikon budaya Kabupaten Magetan, sekaligus mengenalkan versi terbaru Tari Jalak Lawu kepada masyarakat dan para siswa madrasah.

Sebelum tampil, para peserta mengikuti pelatihan tari selama dua hari yang dikoordinir secara terpusat. Latihan kemudian dilanjutkan di masing-masing wilayah atau Kelompok Kerja Guru (KKG) madrasah. Seluruh penari kembali digabungkan dalam latihan bersama pada 31 Desember dan 2 Januari sebagai persiapan akhir.

Penampilan massal ini disebut sebagai penampilan perdana Tari Jalak Lawu versi terbaru yang ditampilkan secara kolosal, sesuai arahan pembinaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Pembantu koordinator kegiatan, Hevita Mariyana, menyampaikan bahwa keterlibatan peserta madrasah dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian budaya daerah.

“Melalui kegiatan ini, kedepan bisa diajarkan kepada para anak-anak didik. Sehingga mereka bisa belajar mencintai dan menjaga warisan budaya Magetan,” ujarnya.

Ratusan warga tampak memadati kawasan Alun-alun Magetan sejak pagi hari untuk menyaksikan pertunjukan tersebut, yang menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan HAB Kemenag tahun ini.

Penyelenggara berharap, melalui kegiatan ini, Tari Jalak Lawu semakin dikenal luas sebagai identitas budaya Magetan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda, khususnya siswa madrasah. (rud/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

Berita Terbaru

spot_img
spot_img

Popular Categories