Magetan – Dari 7 calon yang mengikuti seleksi Jabatan Sekda Magetan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Cahaya Wijaya yang paling muda.
Mengikuti seleksi jabatan sekda ini seperti nothing to lose. Meski begitu, Cahaya bertekad mengikuti semua tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh.
“Seleksi ini menjadi proses belajar bagi saya,” katanya, Selasa (2/9/2025).
Tak hanya paling yunior, di birokrasi Cahaya baru saat ini menduduki jabatan kepala dinas. Sebelumnya, dia menjadi sekretaris dinas di PMD. Sebelumnya lagi, menjadi penjabat camat di empat kecamatan, Ngariboyo, Sukomoro, Nguntoronadi, dan Lembeyan.
“Saya lama di kecamatan, termasuk awal-awal membabat kecamatan baru,” ungkapnya.
Menurut dia, pengalaman di kecamatan menjadi hal yang paling berkesan sejauh ini dalam kariernya sebagai ASN di Magetan. Karena, bisa berinteraksi langsung, mendengar aspirasi yang kompleks.
“Kemudian menjawab keinginan Masyarakat, dengan kemampuan kita di pemerintahan, yang akhirnya bersama-sama masyarakat memajukan wilayah,” ungkap bapak dua anak yang berusia 49 tahun itu.
Menurut Cahaya, Sekda merupakan jabatan yang vital. Memiliki fungsi dan peran penting, seperti di tim anggaran, penataan organisasi perangkat daerah, jembatan antara pimpinan dengan lembaga teknis.
“Sekda akan mengorganisasi, mengorkerstrasi semuanya sesuai arahan pimpinan. Sekda harus visioner mengikuti dinamika pimpinan,” katanya.
Cahaya mengaku, banyak PR di Magetan. Misalnya, soal anggaran yang terbatas, potensi yang bisa terus dikembangkan, SDM yang harus disiapkan. Namun, dia percaya semua calon sekda memiliki kemampuan untuk menjawab semua tantangan itu.
“Kuncinya, sekda berkolaborasi dengan semua mesin birokrasi, bersinergi dengan semua komponen masyarakat,” pungkasnya. (far/mk)
