Magetan – Pemkab Magetan mendorong diversifikasi atau pengembangan usaha bagi koperasi yang sudah besar dan kuat.
Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Magetan, Kartini, diversifikasi usaha penting bagi koperasi sehingga tak hanya unit simpan pinjam saja.
Saat ini terdapat fenomena koperasi di Magetan yang memiliki modal usaha besar, namun dana tersebut banyak yang mengendap, baik di rekening bank maupun di kas.
“Untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan, kami mendorong teman-teman yang dari sisi modal usahanya sudah kuat, tetapi usahanya baru satu, misalnya simpan pinjam, ini kita arahkan untuk membuka usaha baru atau diversifikasi,” jelasnya.
Salah satu fokus pengembangan yang diarahkan Dinas Koperasi adalah sektor ritel. Kartini memberikan penekanan bahwa koperasi tidak perlu khawatir usahanya tidak laku, sebab mereka memiliki basis anggota yang loyal.
Dia menyarankan agar pada tahap awal, koperasi dapat menerapkan konsep belanja wajib (atau minimal) untuk anggotanya. Dengan demikian, anggota akan otomatis berbelanja di koperasi mereka sendiri.
“Jadi, paling tidak nanti arahnya itu kebutuhan sembilan bahan pokok bagi anggota itu terpenuhi,” pungkasnya.
Untuk menguatkan hal Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Magetan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diversifikasi atau Pengembangan Usaha untuk koperasi di Magetan.
Bimtek ini melibatkan 40 peserta dari berbagai jenis koperasi, termasuk Koperasi Pegawai Negeri Indonesia (KPNI), Koperasi Unit Desa (KUD), dan Koperasi Usaha Bersama (KUBAN). (far/mk)
