Madiun – Komunitas Literasi Madiun Book Party meluncurkan program baru bertajuk, Dialogika (Dialog Berlogika).
Peluncurannya, tepat pada Hari Buku Nasional (Harbuknas) yang jatuh pada tanggal 17 Mei. Dalam peluncuran itu, ada talkshow edukatif yang juga digelar serentak Indonesia Book Party di sekitar 100 titik di seluruh Indonesia.
Community Coordinator Madiun Book Party, Dede Alien Efansyah mengatakan peluncuran program baru ini untuk memfasilitasi anak muda di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun agar tidak hanya aktif membaca, tetapi juga mampu menuangkan gagasan serta berpendapat secara logis di ruang publik.
“Kami ingin menciptakan wadah di mana para bookmates (anggota) dan masyarakat umum bisa saling bertukar pikiran, menyalurkan aspirasi, dan mendiskusikan berbagai isu secara rasional,” kata Dede, Minggu (17/5/2026).
Edisi perdana “Dialogika” menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang keilmuan yang berbeda. Pemateri pertama, Anrico Alamsyah, seorang penulis lokal, membagikan pengalamannya mengenai dinamika industri kepenulisan serta korelasi antara karya sastra dengan realitas sosial kemasyarakatan di Madiun. Sementara pemateri kedua, Devia, praktisi di bidang psikologi, mengupas isu kesehatan mental (mental health) dan keterkaitannya dengan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Dedi menambahkan, kegiatan talkshow seperti ini masuk dalam kategori Special Event komunitas. Pihaknya berencana mengagendakan program “Dialogika” secara berkala setiap satu atau dua bulan sekali.
“Program utama kami tetaplah Agenda Reguler yang diadakan setiap pekan, meliputi membaca bersama, sesi berbagi (sharing session), dan dokumentasi. Acara khusus seperti talkshow, workshop, maupun pelatihan karya tulis ilmiah berfungsi sebagai variasi agar anggota mendapatkan perspektif keilmuan yang baru,” jelas mahasiswa semester akhir STAINU Madiun tersebut.
Madiun Book Party sendiri sejarah panjang sebelum akhirnya fokus menggarap wilayah lokal Madiun. Pada awal pergerakannya di tahun 2024, inisiasi gerakan ini sempat mencakup empat kabupaten di eks-Karesidenan Madiun (Madiun, Ngawi, Ponorogo, dan Magetan). (far/mk)
