BerandaPeristiwaPendidikan & KesehatanBangun Kreativitas Ekonomi dan Lingkungan Nyaman bagi Mahasiswa Berbasis SDGs, Kampus UNESA...

Bangun Kreativitas Ekonomi dan Lingkungan Nyaman bagi Mahasiswa Berbasis SDGs, Kampus UNESA 5 Optimalkan Peran Paguyuban Komunitas

Maospati – Kampus UNESA 5 terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar kampus dan Pemerintah Kecamatan Maospati melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Kali ini, bertajuk “Optimalisasi Peran Paguyuban Komunitas untuk Membangun Kreativitas Ekonomi bagi Masyarakat Berbasis SDGs untuk Mendukung Kenyamanan Mahasiswa Kampus UNESA 5 di Kabupaten Magetan.”

Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara Kampus UNESA 5 dan warga sekitar untuk mengidentifikasi potensi ekonomi sekaligus berbagai kebutuhan yang dapat mendukung terciptanya lingkungan kampus dan tempat tinggal mahasiswa yang aman, nyaman, dan produktif.

Dalam kegiatan ini, Direktur Kampus UNESA 5, Prof Sarmini bersama tim PKM (Gading Gamaputra, Anna Noordia, Suyanti Fatma Umayfa) mendorong warga untuk mengoptimalkan peran paguyuban sebagai wadah komunikasi, pemberdayaan ekonomi, serta kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan mahasiswa.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengelolaan rumah kos di sekitar kampus.

“Kami dorong warga untuk menyediakan informasi yang lebih jelas mengenai ketersediaan kamar. Selain itu, diperlukan standarisasi atau rentang harga kos yang wajar agar informasi harga lebih transparan dan memberikan kepastian bagi mahasiswa maupun pemilik kos,” ungkap Sarmini, Rabu (9/9/2026).

Pada sektor kuliner, warga juga mendapatkan masukan untuk meningkatkan kualitas dan layanan makanan dengan menyesuaikan kebutuhan mahasiswa. Usaha makanan di sekitar kampus diharapkan dapat memiliki standarisasi harga dan kualitas, sekaligus menyediakan layanan yang lebih praktis seperti pesan antar dan pembayaran menggunakan QRIS.

Sektor jasa lainnya yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan adalah usaha laundry. Warga didorong untuk menyediakan layanan yang lebih sesuai dengan aktivitas mahasiswa, antara lain laundry instan serta layanan antar-jemput, sehingga mahasiswa dapat memperoleh layanan secara lebih cepat dan praktis.

“Ada juga gagasan pengembangan salon khusus mahasiswa dengan harga khusus maupun sistem voucher. Layanan tersebut diharapkan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memberikan fasilitas perawatan diri yang terjangkau bagi mahasiswa,” ungkap Sarmini.

Mendorong Ekonomi Warga Berbasis SDGs

Berbagai gagasan yang dibahas dalam kegiatan tersebut sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini terutama mendukung SDG 8 – Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan dan penguatan usaha masyarakat di sekitar kampus.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekitar kampus. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keberadaan dan konsumsi minuman keras yang dikhawatirkan dapat mengganggu ketertiban lingkungan dan memberikan pengaruh negatif terhadap mahasiswa.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Sarmini menyampaikan bahwa persoalan tersebut perlu ditangani secara tegas dan bersama-sama. Apabila ditemukan pelanggaran, warga dapat melakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk memberikan sanksi atau denda apabila terdapat dasar aturan yang jelas maupun melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Menurut Prof. Sarmini, langkah tersebut penting dilakukan untuk menjaga lingkungan sekitar kampus agar tetap kondusif dan mencegah perilaku negatif yang berpotensi menular atau memberikan pengaruh buruk kepada mahasiswa.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya iuran lingkungan yang dikelola secara bersama dan transparan. Iuran tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan kebersihan, keamanan, pemeliharaan lingkungan, serta fasilitas bersama di kawasan sekitar kampus dan tempat tinggal mahasiswa.

Kolaborasi antara kampus dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekitar Kampus UNESA 5 yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi warga, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, nyaman, sehat, tertib, dan ramah bagi mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi Kampus UNESA 5 dalam mendukung SDG 8 dan SDG 11 sebagai fokus utama, serta SDG 3, SDG 10, dan SDG 16 sebagai tujuan pendukung dalam membangun masyarakat sekitar kampus yang lebih berdaya dan berkelanjutan. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bupati Magetan Raih Penghargaan sebagai Penggerak Olahraga Balap Motor Berprestasi

Magetan - Bupati Magetan, Nanik Sumantri menerima penghargaan sebagai Penggerak Olahraga Balap Motor Berprestasi...

Antara Desil dan Takdir

MBAH Cikrak, warga Desa Pupus Kecamatan Lembeyan adalah salah satu contoh korban kesemrawutan pendataan...

Bawa Pesan AHY, DPC Partai Demokrat Magetan Rayakan Sederhana HUT ke-25

Magetan - Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Magetan digelar sederhana di kantor DPC...
spot_img

Artikel Terkait