Magetan – Persoalan tiga usulan eksekutif yang masih diperbincangkan publik, terkait mobil operasional kecamatan, videotron, dan sarpras sekolah, ditanggapi Wakil Ketua DPRD Magetan Puthut Pujiono.
Ketua Partai Gerindra Magetan itu mengatakan melihat anggaran pada Perubahan APBD 2026 itu harus utuh, tidak bisa sepotong-sepotong. Menurut dia, postur anggaran yang disodorkan eksekutif sudah berimbang.
“Kita lihat mandatory spending (belanja wajib) seperti pendidikan dan kesehatan sudah tuntas. Yang belum kan cuma infrastruktur, hingga akhir tahun akan menyentuh hampir 30 persen. Sepanjang tahun ini sudah 55 miliar,” ungkapnya, Selasa (1/9/2026).
Puthut menjelaskan postur anggaran sudah berimbang sekalipun ada tiga usulan yang sekarang ramai dibicarakan.
“Saya sepakat dengan usulan-usulan itu,” tegasnya.
Puthut merinci, kebutuhan kendaraan operasional kecamatan sudah mendesak. Pertama, karena usia kendaraan 19-20 tahun. Secara historis, ini sudah pernah diusulkan pada 2023, yang kemudian tertunda karena jelang tahun politik. Puthut mengungkapkan rekomendasi BPK, usia kendaraan dinas melebihi 7 tahun malah membebani anggaran.
Berikutnya, Videotron. Katanya, merupakan salah satu indikator kemajuan, dan keindahan kota.
“Ini tahun 2026 loh. Di kota lain, sudah menjamur. Videotron akan membuat citra ramah investasi. Jangan hanya diukur kapan uangnya kembali. Cara pandang harus diperluas,” katanya.
Puthut mengatakan saat ini semua usulan masih dalam tahap pembahasan untuk Kebijakan Umum Anggaran berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang sudah disampaikan. Berikutnya, masuk dalam tahap Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
“Sarpras sekolah termasuk di dalamnya toilet sekolah, bisa dibahas di komisi yang membidangi lalu disampaikan ke Banggar,” pungkasnya. (far/mk)


