Magetan – Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) memanfaatkan tanaman Lidah Mertua (Sanseviera) untuk mengurangi polusi bau tak sedap di TPA.
DLHP Magetan memilih Sansevieria bukan tanpa alasan. Di balik tampilannya yang kaku dan minim perawatan, tanaman ini adalah mesin pemurni udara alami yang luar biasa.
Lidah Mertua mampu menyerap karbon monoksida, nikotin, serta racun-racun berbahaya lainnya, dan tetap memproduksi oksigen bahkan di malam hari.
“Kami ingin mengubah wajah TPA. Dari yang tadinya identik dengan kesan kotor dan bau, menjadi kawasan yang lebih hijau dan fungsional secara ekologis,” ujar Eni, Sekertaris DLH Kabupaten Magetan, Senin (17/2/2025)
Sebagai langkah awal inovasi ini, DLHP Magetan telah memusatkan kegiatan pembibitan dan propagation Lidah Mertua di lokasi strategis, yaitu di Pusat Pembibitan DLH yang berlokasi di Kelurahan Bulukerto.
Di lokasi inilah, ratusan bibit Lidah Mertua dipersiapkan dan dirawat intensif sebelum akhirnya disebar dan ditanam di berbagai TPA di Magetan. Pemilihan lokasi di Bulukerto ini memudahkan pengawasan dan memastikan bibit yang dihasilkan berkualitas prima untuk dijadikan benteng pertahanan melawan polusi.
Inovasi ini akan diimplementasikan secara masif. DLH Magetan tengah memacu proses pembibitan mandiri sebelum bibit-bibit tersebut disebarkan dan ditanam rapat di sekeliling area TPA.
Tujuannya, untuk menciptakan Green Belt atau benteng hijau. Vegetasi rapat ini diproyeksikan menjadi penyaring fisik dan biologis yang meminimalisir penyebaran bau tak sedap ke pemukiman warga terdekat, sekaligus memperbaiki ekosistem mikro di sekitar tempat pembuangan akhir.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak instan pada kualitas udara, tetapi juga menjadi model percontohan bagi pengelolaan lingkungan berbasis alam di tempat lain. (far/mk)





