Beda dengan Destinasi Wisata Buatan yang Punya Batas Usia Kunjungan, Sarangan Magetan Tak Lekang Waktu, dan ‘Ngangeni’

Magetan – Pelaku usaha wisata sepakat bahwa Telaga Sarangan merupakan satu-satunya destinasi wisata yang tak lekang waktu.

Sarangan tak memiliki batas usia kunjungan wisata seperti destinasi wisata buatan di Magetan, seperti Lawu Green Forest, Mojosemi Forest Park, atau Genilangit. Destinasi wisata buatan punya usia kunjungan sekitar 5 sampai 10 tahun, apabila tak melakukan inovasi.

“Ini tak berlaku untuk Sarangan. Sarangan itu ngangeni. Saya punya klien biro wisata yang mengunjungi Sarangan sejak dia remaja hingga sekarang sudah punya cucu,” kata pengelola Putra Nirwana, Hendri Satriyo Wibowo, Rabu (14/1/2025).

Sebagai destinasi wisata alami, Hendri mengaku selalu ‘menjual’ Sarangan ke komunitas bori tour dan travel.

“Saya punya sekitar 200 komunitas biro travel. Yang kami jual ya Sarangan sebagai yang utama. Penginapan, oleh-oleh, cuma ikutannya saja,” ungkapnya.

Saat destinasi wisata yang lain turun sampai 60-70 persen, kunjungan ke Telaga Sarangan tetap stabil, sekitar 1 jutaan wisatawan setiap tahun.

Pengelola Putra Nirwana, Hendri Satriyo Wibowo.

Pelaku usaha wisata lain di Sarangan mengajak masyarakat untuk membuat stigma negatif terhadap Sarangan karena kasus segelintir pedagang. Sebaliknya, cerita-cerita menarik tentang Sarangan yang ngangeni juga disebarluaskan.

“Berikutnya adalah, pemberdayaan SDM seluruh pelaku usaha wisata yang ada di Sarangan. Kita harus punya kesadaran wisata yang tinggi seperti masyarakat Bali dan ini bisa dilakukan dengan meningkatkan SDM pelaku usaha wisata,” kata Hendri.

Hendri menambahkan meski Sarangan tetap akan dikunjungi karena keindahan alamnya, pembenahan harus tetap dilakukan. Dia mencontohkan perubahan yang terjadi di Makam Sunan Giri Gresik, Makam Bung Karno Blitar, dan Malioboro Yogyakarta.

Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Magetan, jumlah kunjungan wisatawan di Telaga Sarangan mencapai 1.094.668 orang. Meningkat dibanding tahun lalu yang jumlahnya, 1.080.666 wisatawan. Dari jumlah kunjungan wisata itu, sepanjang tahun 2025, PAD yang didapat sebanyak Rp20,2 Milyar dari target Rp23,3 Milyar. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

spot_img
spot_img

Popular Categories

spot_img