Magetan – Selama dua hari, Dinas Tenaga Kerja Magetan menggelar acara Job Fair, 10-11 Juni 2025.
Acara yang menghabiskan anggaran Rp 180 Juta itu dianggap tak dipersiapkan secara matang. Tahun lalu, bupati sudah memberi masukan sebaiknya job fair disesuaikan dengan kebutuhan pencari kerja.
Namun, sepertinya itu tak terjadi. Dua hari digelar Job Fair sepi. Informasi minim sehingga peserta mengaku kecewa karena Sebagian besar tak sesuai bidan atau kualifikasi mereka. Hadir di job fair, menjadi sia-sia.
“Percuma mas, kecewa karena tidak adanya perusahaan yang sesuai dengan bidang atau kualifikasi yang dibutuhkan,” kata salah satu pencari kerja Mujianto, Kamis (12/06/2025).
Mujianto sudah dua tahun berturut-turut berusaha mencari kerja di Job Fair Magetan. Mujianto menjelskan minim interaksi antara perusahaan dan peserta sehingga kesempatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang lowongan pekerjaan menjadi terbatas.
“Selain itu, acara tampak tidak maksimal dari kurangnya ketersediaan fasilitas yang memadai. Membuat acara terasa tidak nyaman dan tidak efisien. Belum lagi minimnya interaksi antara perusahaan dan peserta, sehingga kesempatan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang lowongan pekerjaan menjadi terbatas,” ungkapnya.
Mujianto mengatakan acara job fair harus dibenahi. Menurut dia, apa yang dialami peserta harus menjadi pelajaran berharga bagi Dinas Tenaga Kerja Magetan.
“Ini merupakan pelajaran berharga bagi Dinas Tenaga Kerja Magetan untuk memperbaiki dan mengoptimalkan acara job fair di masa mendatang. Dengan lebih memperhatikan kebutuhan dan harapan peserta. Acara job fair seharusnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Magetan, khususnya pencari kerja,” jelasnya.
Di mana-mana, job fair ramai. Cuma di Magetan yang sepi mamring. Dua hari digelar, tengah hari sudah sepi, jam 2 siang tutup. (far/mk)




