BerandaPeristiwaMagetan Darurat Sampah, Wabup Suyatni: Sampah Harus Selesai di Desa atau Kelurahan

Magetan Darurat Sampah, Wabup Suyatni: Sampah Harus Selesai di Desa atau Kelurahan

Magetan – Pemkab Magetan menyatakan situasi sekarang disebut sebagai darurat sampah.

Wakil bupati Magetan Suyatni Priasmoro menjelaskan kedaruratan terjadi karena TPA Milangasri yang overload. Pada saat yang sama, rencana pembangunan TPA baru di Botok masih terkendala izin dari kementerian terkait pengalihan lahan yang akan digunakan di area tahap II.

“Karena itu, desa dan kelurahan harus mengatasi situasi dengan TPST 3R. Harus ada di semua desa dan kelurahan,” kata Kang Suyat, panggilan akrabnya, akhir pekan lalu saat acara ngobrol cangkrukan bersama media.

Menurut Kang Suyat, persoalan sampah ini harus selesai di tingkat desa atau kelurahan.

“Ada contoh di Parang misalnya,” imbuh Suyatni.

Dia juga meminta warga Magetan untuk tidak membuang sampah sembarang. Di rumah tangga, pemilihan harus terus dilakukan, antara sampah organik dan anorganik.

“Secara simultan ini yang harus kita lakukan, agar persoalan sampah ini bisa diatasi. Satu sisi desa punya TPST 3R, dan masyarakatnya memiliki kesadaran yang tinggi,” ungkapnya.

Suyatni mengaku sedang mempertimbangkan sanksi bagi desa atau kelurahan yang tidak memiliki TPST 3R.

Langkah berikutnya, Pemkab Magetan akan memasukkan soal kesadaran tidak membuang sampah ke lembaga pendidikan. Tujuannya, kesadaran hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarang menjadi perilaku sejak dini. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Pengembangan Kampus Unesa di Magetan, Riyono Caping: Lebih Baik di Kota

Magetan – Magetan akan mendapat dampak berlipat ganda atau multiplier effect, ketika ada perguruan...

Percepat Budaya Gemar Makan Ikan, Riyono Caping Bantu Ibu-Ibu Magetan Kembangkan Olahan Ikan

Magetan – Magetan punya perikanan melalui budidaya dengan nilai sampai 1.350 ton per tahun....

Mengakhiri Tugas dengan Tulisan (Untuk Temanku Mas Suwata)

DULU, ketika masih bekerja dengan Mas Suwata saya sering berkelakar di hadapan guru dan...

Artikel Terkait