BerandaPeristiwaPiscok Pilems is Back!

Piscok Pilems is Back!

Magetan – Masih ingat dengan drama komedi yang dibuat anak-anak Maospati, Magetan? Ya, namanya Piscok Pilems yang ditayangkan di kanal Youtube.

Setelah lebih dari setengah tahun vakum dan kehilangan dua pemain, Piscok Pilems hadir kembali. Di kanal yang sama, youtube.com/piscokpilems.

“Jujur ada banyak yang hilang setelah kami tidak bermain,” kata Weenny Febry yang memerankan bakul kopi dalam video terbaru Piscok Pilems yang diunggah Minggu, 11 Oktober 2020.

Piscok Pilems akan kembali mengisi ranah hiburan warga Magetan melalui drama komedi pendek di kanal youtube. Menurut para pemain Piscok Pilems, Seasons 2 nanti akan menampilkan cerita lebih apik, dan lebih seger.

“Menghadapi seasons dua ini ya semangat ditambahi, tenaga ditambahi. Dan, yang paling penting makan ditambahi,” kata Eko Pekek, pemeran bank titil berkelakar.

Pemeran Pak Bayan, Arif Widiyanto, mengatakan satu hal yang tetap akan ada di Seasons 2, Piscok Pilems akan tetap menghadirkan pesan-pesan positif dari realita kehidupan masyarakat di Magetan khususnya. “Kami memulai produksi perdana di tanggal cantik 1010-2020. Semoga bisa diterima, karena sesuai dengan tagline kami, Saking Magetan Kagem Panjenengan,” jelasnya.

Piscok Pilems memulai episode pertamanya, Agustus tahun lalu. Cerita-cerita kehidupan masyarakat Magetan dikemas dengan sederhana dan lucu. Episode Maospati Medot Janji menjadi episode yang banyak ditonton dengan hampir 10 Ribu views. Piscok Pilems diproduksi KITA Production. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Pengembangan Kampus Unesa di Magetan, Riyono Caping: Lebih Baik di Kota

Magetan – Magetan akan mendapat dampak berlipat ganda atau multiplier effect, ketika ada perguruan...

Percepat Budaya Gemar Makan Ikan, Riyono Caping Bantu Ibu-Ibu Magetan Kembangkan Olahan Ikan

Magetan – Magetan punya perikanan melalui budidaya dengan nilai sampai 1.350 ton per tahun....

Mengakhiri Tugas dengan Tulisan (Untuk Temanku Mas Suwata)

DULU, ketika masih bekerja dengan Mas Suwata saya sering berkelakar di hadapan guru dan...

Artikel Terkait