Magetan – Sekitar sepuluh hari, Bupati Magetan Nanik Sumantri tidak berada di Magetan. Dia sedang di Jakarta, 2 hingga 12 September, kemarin.
Tak heran, kalau absen di beberapa acara penting seperti Rapat Paripurna DPRD, menerima award, hingga acara besar seperti Festival Literasi dan Hari Kunjung Perpustakaan 2026.
Bupati sedang mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan VI. Sebuah program kolaborasi Lemhannas RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC).
Program ini dibuat untuk memperkuat kemampuan analisis geopolitik, wawasan kebangsaan, integritas anti-korupsi (bersama KPK), ketahanan nasional, serta kepemimpinan visioner bagi kepala daerah.
Bupati Nantik mengikuti kegiatan itu bersama 25 Bupati dan Wali Kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam akun media sosialnya, Bupati Nanik mengatakan dalam kegiatan ini, dia berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan belajar dari beragam tantangan yang dihadapi setiap daerah. Dia menyampaikannya dalam video pada kegiatan hari kedelapan.
“Saya percaya, menjadi pemimpin bukan hanya tentang memimpin, tetapi juga tentang terus belajar, mendengar, dan membuka diri terhadap pengalaman baru,” ungkapnya.
Di video lain, tampak Bupati Nanik paparkan rencana aksi pengembangan hutan bambu untuk mendukung pembangunan rendah karbon.
Bupati berharap apa yang didapatkan selama kegiatan ini bisa menjadi bekal untuk membawa lebih banyak kebaikan dan kemajuan bagi Magetan.
KPPD Angkatan VI ini ditutup Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily, Jumat (11/9/2026), di di Gedung Dwiwarna Purwa, Lemhannas RI, Jakarta.
“Para Kepala Daerah ini kami gembleng dengan wawasan kebangsaan, ketahanan nasional, kepemimpinan, integritas dan antikorupsi oleh KPK RI, kemampuan teknokratik pelayanan publik yang diajarkan secara online dengan Lee Kwan Yew of Public Policy of National University of Singapore, dan praktek lapangan di BPSDM Kementerian Dalam Negeri RI,” jelasnya.
Gubernur Lemhanas berharap kursus ini dapat mencetak Kepala Daerah yang negarawan, berpikir global, memiliki kemampuan memimpin daerah yang berorientasi pada pelayanan yang terbaik untuk rakyat, dan memperkuat ketahanan nasional. Ketahanan daerah merupakan bagian integral dari ketahanan nasional.
Hadir dalam penutupan pendidikan ini Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komisaris Jenderal Pol Tomsi Tohir, Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center, Ibu Filda C Yusgiantoro, Deputi PPNK Mayjen TNI Djaenudin Selamet, dan jajaran Lemhannas RI. (far/mk)


