BerandaPeristiwaAkhiri Polemik, Kades Mategal Mundur Setelah Didemo Warga

Akhiri Polemik, Kades Mategal Mundur Setelah Didemo Warga

Magetan – Polemik di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Magetan, tuntas sudah. Kepala Desa (Kades) Sugiono mengundurkan diri dari jabatannya akhir pekan lalu, Sabtu (11/1/2025).

Plt Camat Parang, Mujayin, membenarkan Kades Sugiono telah menyerahkan surat pengunduran diri.

“Benar, Pak Sugiono mengajukan pengunduran diri dengan alasan utama kondisi kesehatan. Beliau memiliki riwayat penyakit jantung,” ujar Mujayin.

Surat tersebut dibuat dan ditandatangani dihadapan Forkompimca Parang di kediamannya. Mujayin menegaskan pengunduran diri tersebut dilakukan secara sukarela.

“Kami juga meminta kepada warga, Ketua BPD, dan tokoh masyarakat Desa Mategal untuk tidak lagi melakukan aksi penyampaian aspirasi. Permasalahan ini telah dianggap selesai,” tambahnya.

Mujayin menyampaikan laporan mengenai pengunduran diri ini telah diteruskan kepada Pj. Bupati Magetan.

“Beliau sangat mengapresiasi langkah ini sebagai solusi terbaik untuk mengakhiri konflik yang terjadi di desa,” katanya.

Keputusan penguduran kades Magetal menyusul aksi unjuk rasa ratusan warga yang berlangsung beberapa waktu sebelumnya.

Dalam aksi yang digelar di balai desa, warga menyampaikan berbagai tuntutan. Mereka memprotes pelayanan masyarakat yang dianggap sulit, sikap arogan kades, hingga dugaan perselingkuhan.

Tidak hanya itu, warga juga mempertanyakan transparansi anggaran desa, pengelolaan tanah kas desa (bengkok), serta ketidakjelasan realisasi modal BUMDes.

Kekecewaan warga semakin memuncak setelah proyek pembangunan jalan di RT 11 dianggap tidak relevan karena kondisi jalan masih layak. Warga menilai jalan rusak lain serta irigasi lebih mendesak untuk diperbaiki.

Ketua LPM desa pun disebut-sebut tidak dilibatkan dalam musyawarah pembangunan dan penggunaan dana desa. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bupati Magetan Ikuti KPPD Angkatan VI di Jakarta 2-11 September 2026, Gubernur Lemhanas Harapkan Jadi Negarawan Berorientasi Pelayanan untuk Rakyat

Magetan – Sekitar sepuluh hari, Bupati Magetan Nanik Sumantri tidak berada di Magetan. Dia...

Jeda

KATA Jeda bagi masyarakat awam dimaknai sebagai waktu berhenti sejenak. Berhenti sejenak untuk melepas...

Bangun Atmosfer Inklusif untuk Dongkrak Minat Baca, Festival Literasi Magetan 2026 Hadirkan Pentas Seni Musik Pelajar

Magetan – Upaya untuk mendongkrak minat baca dari segala lini diupayakan Dinas Kearsipan dan...
spot_img

Artikel Terkait