BerandaPeristiwaAnggaran Toilet Sekolah, Wabup Magetan: Keliru, kalau Dianggap Menyampingkan Sekolah Rusak

Anggaran Toilet Sekolah, Wabup Magetan: Keliru, kalau Dianggap Menyampingkan Sekolah Rusak

Magetan – Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro tidak sependapat dengan narasi pembangunan toilet sekolah, menyampingkan sekolah rusak. Ini disampaikan Kang Suyat, panggilan akrabnya, menanggapi pernyataan Anggota DPRD Didik Haryono terkait usulan program pada Perubahan APBD 2026.

Menurut Kang Suyat, panggilan akrabnya, melihat kebutuhan toilet di sekolah tidak bisa dari satu sisi, dari satu sudut pandang. Dan, bukan cara yang tepat juga membandingkan dengan ruang kelas yang rusak.

Ngapain kok ke toilet dulu? Tidak bisa begitu. Harus dilihat banyak sisi,” katanya, Selasa (25/8/2026).

Wabup menjelaskan sejak Bupati dilantik, untuk pertama kalinya pada perubahan APBD tahun lalu, Pemkab memperbaiki ruang kelas hingga Rp17 Miliar. Anggaran itu, jauh meningkat ketimbang sebelumnya.

Wabup memastikan pemkab tetap memprioritaskan perbaikan ruang kelas dan sekolah.

“Tahun ini kami ditugaskan Bupati untuk berjuang ke pusat, mencari sumber pembiayaan perbaikan-perbaikan sekolah. Tahap pertama tahun ini, kita mendapat 25 lokasi untuk perbaikan sekolah. Proses berikutnya masih ada verifikasi-verifikasi, mudah-mudahan ada tambahan-tambahan lagi,” jelasnya.

Menurut Wabup, dari peran pemerintah pusat itu dalam perbaikan sekolah, persoalan toilet sekolah yang belum di-handle pemerintah pusat. Itu banyak terlihat di SD, kondisi toiletnya memprihatinkan.

“Saya cek ke lokasi, saya ajak Ketua Komisi A. Memang toiletnya sudah lama, ya bau, ya kotor, ya rusak, pintunya tidak ada, yang begitulah, jorok,” ungkapnya.

Perbaikan toilet sekolah ini merupakan bagian dari perhatian pemerintah pada dunia sekolah sebagai sarana belajar. Dengan kondisi toilet yang tak layak, sulit untuk menjalankan misi pembelajaran. Karena itu, Pemkab melihat perbaikan toilet sekolah sangat penting.

Kang Suyat mengatakan banyak hasil penelitian yang menyebutkan manajemen institusi pelayanan yang baik, indikatornya dari pengelolaan toilet yang baik.

“Jadi soal perbaikan toilet jangan dipandang mengecilkan kepedulian kepada pendidikan. Tidak. Ini harus simultan. Pemerintah pusat bisa apa, kabupaten bisa apa, kita perlu sharing ini. Jadi tolong cara melihatnya, pendekatannya harus diperluas. Ibaratnya tidak boleh hanya seperti kacamata kuda, satu sisi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Magetan Didik Haryono menolak usulan pembangunan toilet sekolah dalam Perubahan APBD 2026 sebesar Rp5 Miliar.

Katanya, ironis sekali, sekolah masih ada yang rusak, tetapi lebih mementingkan toilet. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Spot ‘Lake Como’ Sarangan Viral, Pemkab Magetan Terjunkan Tim Pengamanan dan Tata Lanskap Kawasan Berkelanjutan

Plaosan - Viralnya sudut selatan telaga Sarangan langsung diantisipasi Pemkab Magetan. Sudut selatan Telaga...

Pemblokiran Rekening Sepihak dari Bank

BEBERAPA waktu terakhir ramai di media sosial tentang pengakuan salah seorang aktivis yang mengaku...

Mobil Operasional Kecamatan, Investasi Pelayanan Publik yang Cepat dan Responsif

‎Magetan – Pemkab Magetan menilai pengalokasian anggaran mobil operasional kecamatan sebagai langkah yang sangat...

Artikel Terkait