Banjir Sabtu di Magetan, Begini Catatan Lengkap Wabup Kang Suyat

Magetan – Banjir yang terjadi karena hujan deras hanya dua jam Sabtu (4/4/2026) kemarin diakui menjadi catatan besar.

Magetan tak pernah banjir. Nyatanya, kemarin di sejumlah titik di wilayah kota ada yang sampai setinggi pinggang orang dewasa.

Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro, atau yang akrab disapa Kang Suyat, seperti kebiasaan sebelumnya, turun langsung memantau dan melakukan assessment. Di bererapa tempat, dia bahkan nyemplung ke saluaran air dan gorong-gorong untuk memeriksa dan membersihkan tumpukan sampah.

“Ya, kalau soal hujan Sabtu kemarin, secara umum sebenarnya problemnya masih tetap sama. Ada persoalan hulu dan hilir. Di hulu, dari daerah sekitar Sadon, sekitar Ndoyo, Kebaran, debit air yang terlalu besar, sementara tampungan dan aliran di sungai-sungai tersebut mengalami hambatan, dari macam-macam sumbatan sampah, sedimentasi, dan sebagainya-dan sebagainya,” terangnya, Minggu (5/4/2026) kepada magetankita.com.

Kang Suyat menjelaskan di tingkat hilir, seperti yang seringkali disampaikannya, sistem drainase tidak fungsional, tidak sistemik dengan berbagai sebab. 

Dia mencontohkan di Timur Pasar Baru, kenapa air kemarin menggenang tinggi? Karena air di sana bingung mau lari ke mana. 

“Yang pojokan Loretan Pasar Baru atau etane tempat food court itu buntu buangannya. Drainase sepertinya kok masuk ke dalam bangunan toko. Nah, apa, di mana ini kekeliruannya? Misalnya itu jelas air buntu di sana. Nah, ini perlu observasi lebih dalam di titik itu,” jelasnya.

Di sisi lain, hujan Sabtu kemarin intensitasnya sangat tinggi. Pemantauan curah hujan station jejeruk sampai 145 mm, mendekati kategori ekstrem.

“Drainase di pinggir kota idealnya dibuang ke Sungai Gandong. Tetapi menjadi problematik karena di situ mepet rumah-rumah yang dikhawatirkan akan menimbulkan longsor dan sebagainya juga menyangkut nyawa,” ungkapnya. 

Menurut dia, Idealnya sungai menurut peraturan harus punya sempadan atau bebas dari pemukiman sekian meter.

Kang Suyat memprediksi di sekitar kawasan kota Magetan, akan menghadapi problem banjir setiap tahun bila tingkat curah hujannya tinggi.  

Apakah pemerintah tidak menghitung? Kang Suyat mengklaim pemkab menghitung, sudah memetakan, dan menganalisis. Dan, biayanya sangat besar. 

“Maka selagi sistem dranase kota, sistem pembuahan air kita di kota, tidak kita atasi menjadi ancaman bersama banjir dan kerusakan jalan yang cepat. Maka sekali lagi, tolong, sekiranya-sekiranya mau datang hujan, warga-warga di sekitar saluran-saluran Sungai, di depan saluran air, saluran sungai, atau selokan-selokan di depan, samping, belakang rumah, sekiranya melihat ada hambatan-hambatan sampah atau apa, tolong dibantu,” katanya.

Kag Suyat mencatat mayoritas atau di banyak tempat  fungsi jalan sekarang ini bukan hanya untuk dilewati manusia dan kendaraan, tapi sudah untuk jalan air. Dan, ini akan mempercepat tingkat kerusakan jalan di Kabupaten Magetan. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

spot_img
spot_img

Popular Categories

spot_img