Magetan – Tradisi rutin Labuhan Sarangan kembali digelar pada Jumat (16/1/2021) di kawasan wisata Telaga Sarangan.
Tradisi labuhan diawali dengan pertunjukan tari tradisional, kirap dan larung tumpeng dan makan bersama dengan masyarakat Sarangan.
“Dari pertunjukan, makanan, hingga wisatawannya lebih meriah di tahun ini,” ungkap warga Sarangan, Maryo.
Labuhan Sarangan tahun ini menjadi penguat posisinya sebagai WBTbl (Warisan Budaya Takbenda Indonesia) dari Kabupaten Magetan pada tahun 2025 dengan domain Adat Istiadat, Ritus, dan Perayaan Tradisional.
Bupati Magetan, Nanik Sumantri menyampaikan komitmen Pemkab Magetan dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
“Labuhan Sarangan menjadi momentum penting untuk mempromosikan Magetan sebagai destinasi wisata unggul yang berkarakter, berbudaya, dan berkelanjutan,” kata Bupati Magetan.
Bupati juga mengingatkan agar pengembangan pariwisata Magetan tetap sejalan dengan kelestarian lingkungan. Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat Sarangan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
“Layani wisatawan dengan ramah, jujur, dan bertanggung jawab. Terapkan prinsip Sapta Pesona, aman, tertib, dan nyaman, karena kepuasan wisatawan adalah kehormatan bagi kita semua,” tegasnya. (far/mk)





