Kembang Mekar

Jahit Mimpi Magetan Jadi Sentra Peternakan, Cah Pesu Dirikan Sekolah Ternak Gratis

Magetan – Satu dekade silam, umur Andhika Saputra Utama masih 22 tahun. Itulah saat, yang menjadi titik awal perjalanan Andhika memulai ternak kambing. Di usia yang sangat muda. Dia memutuskan untuk menjadi entrepreneur di bidang peternakan.

Bukan tanpa alasan. Cah Magetan yang besar di Desa Pesu, Maopasti itu menggeluti dunia peternakan karena sejarah masa kecil.

“Saya waktu kecil ya angon sapi, angon kambing,” kenangnya saat ditemui di salah satu Café di Magetan, Selasa sore (24/1/2023).

Peternakan ini menjadi pekerjaan kedua Andhika ketika cuti dan pulang ke Magetan. Hingga sekarang, Andhika masih tercatat sebagai karyawan di perusahaan tambang emas di Maluku Utara.

“Kalau pilihannya beternak kambing karena pakannya tak selalu harus dari pabrikan seperti burung, ayam, ikan. Sehingga, bisa di-manage sedemikian rupa biayanya,” jelas dia.

Dua tahun lalu, 2020, Andhika memutuskan untuk serius. Kalau sebelumnya hanya penggemukan. Kini, beternak betulan. Tidak musiman.

Andhika menamai peternakannya Raja Farm. Saat ini, ada 60 ekor lebih kambing di kandangnya. Andhika bermimpi bersama peternak lain, Magetan bisa menjadi salah satu sentra peternakan kambing dan domba.

Upaya membuat Magetan menjadi sentra peternakan, dirintis dengan membuat ‘Sekolah Ternak Gratis’.

“Baru Desember 2022 lalu, saya launching Sekolah Ternak ini,” katanya.

Lewat “sekolah” itu, Andhika membagikan rahasianya beternak kambing. Misalnya, tentang manajemen pakan, kesehatan ternak, dan pemasaran. Menurut Andhika, lewat sekolah yang didirikannya, para peternak bisa membangun jejaring.

Andhika mengistilahkan, yang dilakukannya ini sebagai menabung.

“Terlalu klise kalau kemudian ini bentuk pengabdian saya untuk tanah kelahiran. Saya ingin peternak maju. Kalau peternak maju, peternakan menjadi usaha yang bisa diandalkan. Kan dalam dunia ternak kambing ini banyak aspek bisnisnya. Kalau peternakan Magetan ini menjadi besar, ya dampaknya juga ke saya, karena juga berada di dalam dunia ini. Jadi, lebih tepatnya saya menabung,” katanya merendah.

Sejak dimulai Desember lalu, Sekolah Ternak Gratis telah diikuti lebih dari seratus ‘siswa’.

“Baru sebulan sekali dibuka sesi sekolahnya, saya memang membatasi peserta setiap sesi agar fokus. Saya menghadirkan expert dalam setiap sesi itu. Dan, sambutannya baik. Kelas terisi lebih dari 90 persen setiap dibuka,” ungkapnya.

Andhika meyakini Magetan bisa meniru peternakan di Kali Gesing Purworejo, Jawa Tengah yang perputaran bisnisnya mencapai Milyaran Rupiah tiap bulannya.

“Kalau goals dalam waktu dekat ya buat event. Karena lewat event, Magetan bisa dikenal. Mungkin kontes berat badan, dan lain-lain,” katanya.

Nah, bagi anda yang mau terjun ke bisnis peternakan, atau belajar ternak, silakan bergabung ke sekolah ternak gratis yang dibuat Andhika. (far/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment