Magetan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan terus bergerak membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).
Upaya pembentukan relawan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam itu, kali ini dibentuk di Desa Pencol, Kecamatan Kartoharjo, Selasa (9/9/2025).
Pembentukan ini disusul pelatihan selama 3 hari hingga 11 September 2025 mendatang. Peserta akan dibekali pendidikan dan pengetahuan dalam mengantisipasi sekaligus penanggulangannya apabila terjadi bencana.
Plt Kalaksa BPBD Magetan, Yok Sujarwadi, menyampaikan terima kasih relawan dalam mengikuti pelatihan dan simulasi penanganan bencana.
Menurut dia, kesiapsiagaan penanggulangan bencana ini sangat penting karena potensi bencana di wilayah Kartoharjo seperti banjir.
“Destana ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menangani sekaligus mengatasi bencana. Selain membangun kemandirian desa. Destana disiapkan menghadapi bencana, dan mengurangi dampaknya,” jelas Pak Yok, panggilan akrabnya.
Desa Tangguh Bencana merupakan desa/kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dalam menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang terjadi.
Desa Pencol merupakan satu dari sejumlah desa pembentukan Destana di Magetan.
Selama tiga hari ke depan, para peserta akan digembleng oleh Sunarto, selaku Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana, untuk meningkatkan kualitas SDM Destana di Desa Pencol, Kartoharjo Magetan.
“Pertama dan kedua kita berikan pengetahuan terkait kesiapsiagaan dan penggulangan bencana sekaligus antisipasinya. Dan hari terakhir, pembentukan Destana serta simulasi tanggap darurat bencana kepada para peserta,” katanya.
Selain Destana, di Desa Pencol juga akan membentuk tim Pemadam Kebakaran, sebagai bentuk kesiapsiagaan antisipasi cepat dalam menangani kebakaran.
“Benar, dan kami juga mohon dukungan dari BPBD ini agar segera terealisasi,” ungkap Kades Pencol, Pamudji.
Inisiasi tersebut tergerak berdasarkan pengalaman Pamudji saat menjadi tim pemadam kebakaran yang terlambat memadamkan api, sehingga ludes terbakar.
“Kita akan libatkan masyarakat sekitar sebagai tim pemadam. Dan ini juga sejalan dengan pembentukan Destana di Desa Pencol,” jelasnya. (far/mk)




