Magetan – Kritik terhadap program Sinergitas yang disodorkan pihak eksekutif terus disuarakan anggota DPRD Magetan.
Menurut Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Magetan, Didik Haryono, program sinergitas ini program tidak jelas. Mengapa tidak jelas? Katanya, program ini baru muncul dalam pembahasan APBD.
“Baru muncul hari ini dalam pembahasan APBD. Ini tidak ada mekanismenya,” kata Didik, Jumat (21/11/2025).
APBD itu, katanya, disusun dari hasil Musrenbang yang dilakukan eksekutif, dan hasil reses anggota DPRD dalam menyerap aspirasi masyarakat melalui pokok-pokok pikiran DPRD.
Didik mengatakan ketika pokok-pokok pikiran DPRD tidak dipakai, maka yang ada hanya programnya eksekutif. Yakni, program melalui Musrembang.
“Nah, kalau eksekutif tidak mau mengakomodir pokir, kemudian mengusulkan usulan baru yang dinamakan sinergisitas, ya itu bagi saya terserah anggota dewan lah diambil atau tidak sesuai dengan kemanfaatannya,” katanya.
Fraksi Golkar menyerahkan kepada masing-masing anggota untuk mengambil atau tidak program Sinergitas.
“Sekali lagi, ini programnya eksekutif, bukan programnya di DPRD. Bagi yang merasa itu memiliki kemanfaatan, silakan diambil. Enggak juga ndak masalah, karena tidak ada aturan terkait dengan sinergisitas itu,” pungkasnya. (far/mk)





