Magetan – Kepolisian dan Pemkab Magetan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) memberikan sejumlah catatan pada peristiwa ricuh di laga persahabatan Persemag dan Madiun Putra FC (MPFC) akhir pekan lalu.
Kapolsek Magetan AKP Ika Wardhani mengatakan laga persahabatan itu tidak diberitahukan ke kepolisian.
“Tak ada pemberitahuan baik dari Manajemen Persemag maupun panpel kalau ada pertandingan. Kita tahunya, setiap Sabtu ada latihan internal saja,” ungkap Ika, Selasa (2/12/2025).
Meskipun begitu, kepolisian tetap melakukan pengamanan agar tetap kondusif. Kapolsek mengingatkan pentingnya pemberitahuan setiap kegiatan seperti yang diattur dalam peraturan kepolisian.
Menurut Ika, pemberitahuan kegiatan apalagi pertandingan sepak bola sangat penting untuk mengetahui risk manajemen, penanggung jawab, dan rencana antisipasi kericuhan.
“Kami baru tahu siang sebelum pertandingan. Namun, kami tetap melakukan pengamanan dengan berkomunikasi dengan koordinator suporter.

Catatan serupa juga disampaikan Dinas Dikpora Magetan. Kabid Kepemudaan dan Olahraga, Dikpora Magetan, Wahyu Wijayanto mengatakan tidak ada izin resmi yang disampaikan ke dinas terkait laga persahabatan itu.
“Surat yang disampaikan kepada kami, penggunaan stadion untuk latihan pada hari Jumat dan Minggu,” ungkapnya.
Menurut Wahyu terkait kerusakan yang terjadi akibat kericuhan yang terjadi menjadi tanggung jawab Persemag selaku pemakai stadion.
Pantauan magetankita.com, pagar yang roboh akibat ricuh suporter telah diperbaiki. Tinggal coretan di tribun penonton yang masih belum dibersihkan.
Kerusakan dan aksi vandalisme di pertandingan sepak bola menunjukkan ketidakdewasaan suporter dalam mendukung tim kesayangannya. (far/mk)
