Jurnalis Ngawi Laporkan Intimidasi dan Pengancaman saat Liputan ke Polisi

Ngawi – Kasus kekerasan terhadap jurnalis Ngawi akhirnya dilaporkan ke polisi. Delapan jurnalis dari berbagai media resmi melaporkan ke pOlres Ngawi atas dugaan intimidasi dan pengancaman yang dilakukan seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mantingan, Ngawi.

Para jurnalis yang menjadi korban intimidasi antara lain Ari Hermawan (Suara Indonesia), Aris Purniawan (Memorandum), Ito Wahyu (JTV Madiun), Suratno (CNN Indonesia), Imam Mustajab (Solopos Media Grup), Asfi Manar (MNC grup), Asep Syaeful Bachri (Jawapos Radar Madiun), dan Joko Wahyono alias Jeki (SCTV).

Salah satu jurnalis yang menjadi korban, Asep Syaeful Bachri, menegaskan tindakan intimidasi terhadap wartawan merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Tindakan tersebut tidak bisa dibiarkan. Kami yang mendapat intimidasi dan pengancaman sepakat melaporkannya ke aparat kepolisian,” tegas Asep.

Menurut Asep, tindakan represif ini sangat disayangkan, terlebih liputan yang dilakukan berkaitan dengan dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi MBG. Ia menilai public berhak mendapatkan informasi yang akurat tanpa adanya tekanan dan ancaman terhadap jurnalis.

“Kami hanya melakukan tugas jurnalistik. Kalau mendapat tindakan represif seperti itu, kami tidak terima. Ini bukan sekadar soal klarifikasi atau permintaan maaf,” tegasnya.

Laporan ke Polres Ngawi didamping kuasa hukum, Wahyu Arif Widodo. Wahyu menjelaskan tindakan pegawai SPPG tersebut diduga melanggar Pasal 4 ayat (2) yang secara tegas melarang adanya penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran terhadap pers nasional. Dan, Pasal 18 UU Pers, yang mengatur konsekuensi hukum bagi siapa pun penghambat tugas jurnalistik.

Kejadian yang menimpa Jurnalis Ngawi, ketika mereka sedang meliput proses pengambilan sampel makanan Menu Beragam Gizi (MBG) oleh petugas Dinas Kesehatan Ngawi, Kamis (4/12/2025). Peliputan ini dilakukan menyusul kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sekitar 220 siswa. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

spot_img
spot_img

Popular Categories

spot_img