Bupati Magetan: Jangan Ada yang Tidak Tertolong, karena Akses Kesehatan Jauh!

Magetan – “Jangan sampai ada masyarakat yang sakit tidak tertolong karena akses ke rumah sakit yang jauh.” Itulah salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan di bidang kesehatan.

Hal lain yang membuat pasangan Bupati Suprawoto dan Wakil Bupati Nanik Endang Rusminingsih merasa “berdosa” karena warganya kesulitan menjangkau RSUD dr Sayidiman yang berada di tengah Kota Magetan.

“Ambil contoh saja, banyak warga Lembeyan yang lebih memilih berobat ke Ponorogo. Sebab aksesnya karena lebih dekat ketimbang ke RSUD dr Sayidiman Magetan,” ungkap Bupati Suprawoto usai Media Gathering dengan insan pers di Semarang, Jumat (19/11/2022).

Dari situlah, Pemkab Magetan akan meng-up grade Puskesmas Lembeyan dan Panekan. Puskesmas Lembeyan dipersiapkan menjadi rumah sakit (RS) tipe D. Termasuk, Puskesmas Panekan.

Menurut bupati, Puskesmas Lembeyan akan menjadi prototype rumah sakit tumbuh, tipe D. Ini diawali dengan membangun gedung yang dibiayai dari anggaran hibah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Di mana, Pemkab Magetan mendapat dana total Rp15,9 miliar.

Dana tersebut, untuk Puskesmas Lembeyan nilai kontraknya Rp 8,053 miliar. Sedang Puskesmas Panekan Rp 1,4 miliar. Tahun 2022 ini, pembangunan selesai dikerjakan.

“Yang Puskesmas Lembeyan ini nanti akan seperti RS Dolopo Kabupaten Madiun. Rumah sakit tumbuh. Pelan-pelan kita bangun. Juga yang Puskesmas Panekan,” ungkap bupati.

RS Lembeyan ini luas bangunan yang digunakan rawat inap sekitar 628 meter persegi. Sedangkan Panekan untuk rawat inapnya sekitar 651 meter persegi.

Gedung bertingkat itu mengadopsi desain modern minimalis. Bangunan sengaja didesain luas lantaran RS tipe D diproyeksikan mampu melayani rawat jalan dan tersedia 20 tempat tidur rawat inap.

Puskesmas Lembeyan dan Panekan itu, didesain melayani ribuan warga di wilayah pinggiran Magetan. Masyarakat, utamanya di Lembeyan kebanyakan saat ini memilih RS di luar Magetan.

Harapan bupati, RS Lembeyan dan Panekan ini kelak menjadi besar. Sehingga masyarakat sekitar tak perlu lagi ke Magetan atau ke Ponorogo untuk berobat. “Berdosa rasanya jika saya tidak memperhatikan masyarakat di wilayah pinggiran. Kawasan perbatasan,” aku bupati. (par/mif/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Kondisi Membaik, Korban Bus Wisata SPT Dipulangkan ke Semarang

Magetan - Korban luka dari bus pariwisata yang celaka...

Hot this week

Pemprov Jatim Pastikan Riyin Jadi Ketua DPRD Magetan sebagai Plt Bukan Definitif

Magetan – Surat penetapan Riyin Nur Asiyah sebagai Pimpinan...

Tingkatkan Sinergi OPD, Bupati Pimpin Rakor Bahas Problem Magetan dan Solusinya

Magetan – Bupati Magetan Nanik Sumantri punya agenda rutin...

Tanam Bambu di EBP, Partai Demokrat Magetan Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia ASRI

Magetan - Sebanyak lebih dari 250 bibit bambu ditanam...

Rapat Paripurna DPRD Magetan, Bupati Beberkan Langkah atas Temuan BPK pada Laporan Keuangan 2025

Magetan – Rapat Paripurna DPRD Magetan dengan agenda Jawaban...

DPRD Magetan Umumkan Pemberhentian Suratno sebagai Ketua DPRD, dan Usulkan Penetapan Riyin

Magetan – DPRD Magetan akhirnya mengumumkan pemberhentian Suratno sebagai...

Terbaru

Popular Categories