Ngariboyo – Tahu tren self harm ada di tempatnya, Joko Siswanto langsung turun lapangan. Ketua Karang Taruna Kabupaten itu, ikut mendampingi beberapa siswa yang sengaja melukai tangannya dengan benda tajam, seperti pecahan kaca, penggaris, dan jarum.
“Yang paling penting dari kasus ini, istilahnya kita udari permasalahannya. Agar, mereka menyadari solusi bukan dengan melukai diri sendiri,” kata Joko, Kamis (19/10/2023).
Joko mengakui sebagian siswa yang didampingi mengaku melakukan “self harm” karena memiliki problem dengan keluarga.
“Ada yang broken home, ada punya persoalan dengan ibunya, dengan ayahnya,” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai laywer itu.
Joko bersyukur dari pendampingan yang dilakukan, telah didapat pengakuan bahwa mereka tak akan mengulangi perbuatannya.
Diketahui ada 76 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, menyayat lengannya menggunakan benda tajam. Dibuat seperti mirip “barcode”.
Hal tersebut berdasarkan temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan yang melakukan screening secara rutin baru-baru ini.
Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmat Hidayat mengatakan, awalnya petugas menemukan bekas luka sayatan pada lengan salah satu siswa.
Saat mengecek seluruh siswa, ternyata ada sekitar 76 siswa.
“Ketika ditanya mereka melakukannya karena depresi akibat permasalahan keluarga hingga percintaan,” katanya.
Atas temuan itu, pihak Dinkes akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kemenag, Dinas PPKB untuk memberikan bimbingan konseling kepada puluhan siswa itu. (far/mk)
