Kawedanan – “Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang KKN di sini. Memberikan pelatihan bagi warga, bagi petani,” kata Kades Balerejo, Teguh Sigit Triyanto, Jumat (18/9/2026).
Mbah Lurah Balerejo itu menyampaikannya saat pembukaan Penyuluhan Pembuatan Bubur California (BC) yang berlangsung di balai desa. Penyuluhan itu dihadiri petani dan kelompok tani di Desa Balerejo, Kecamatan, Kawedanan, Magetan.
“Semoga ilmu ini bisa ditularkan ke para petani. Bisa bermanfaat dan membantu petani di sini,” katanya.
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang sedang melaksanakan KKN Tematik di Desa Balerejo, menghadirkan inovasi teknologi pertanian Bubur California.
Mereka membagikan cara pembuatan cairan pengendali hama itu dari teori hingga praktik.
“Ini salah satu inovasi teknologi pertanian untuk mengendalikan hama lebih efektif. Juga meningkatkan PH tanah dan kualitas lahan yang mendukung pertanian berkelanjutan,” kata Ketua Kelompok KKN Tematik Unesa di Desa Balerejo, Abdurrofi’.
Abdurrofi’ mengaku program kerja inovasi teknologi pertanian ini dipilih karena belum banyak diaplikasikan di Desa Balerejo. Dari tiga kelompok tani, baru satu kelompok yang menggunakan inovasi Bubur California.
Bubur California adalah campuran sederhana dari batu kapur dan belerang dengan air. Larutannya, efektif membasmi hama pada tanaman padi.
Pestisida ini tidak menggunakan bahan kimia sintetis, sehingga lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Bisa diaplikasikan pada awal musim tanam.

KKN Tematik mahasiswa Unesa di Desa Balerejo tak hanya membuat program kerja utama di bidang pertanian. Mereka juga membantu pembelajaran di sekolah. Dan, membuat lomba-lomba pada peringatan Maulid Nabi, seperti lomba azan, ikamah, dan mewarnai.
Yang menarik, program KKN Tematik di Desa Balerejo juga menyentuh program baru Pemerintah Kabupaten Magetan, yakni Program Guyub Rukun, 3 Juta per RT. Tim KKN akan membantu bendahara RT dan Bumdes setempat untuk bisa menyusun laporan keuangan dan pertanggung jawaban.
“Kalau selama ini, biasanya laporan itu manual ditulis di kertas, seperti di RT-RT, nanti kami hadirkan dosen langsung agar bisa membantu warga untuk membuat laporan keuangan dan lpj secara digital,” pungkas Abdurrofiq’.
Desa Balerejo, salah satu desa yang berbatasan dengan landskap perbukitan itu segera beradaptasi dengan tekonologi dan digital. Dari pertanian hingga laporan keuangan. Berkat KKN Tematik mahasiswa Unesa selama sekitar 40 hari. (far/mk)


