BerandaWisata & KulinerLewat Teknologi Digital, Kolaborasi Unesa dan Desa Sumbersawit Bawa Wisata Aditirta Mendunia

Lewat Teknologi Digital, Kolaborasi Unesa dan Desa Sumbersawit Bawa Wisata Aditirta Mendunia

Magetan – Sebuah terobosan berani dalam dunia pariwisata daerah tengah menjadi sorotan publik dan mendadak viral di media sosial.

Desa Sumbersawit, sebuah desa asri yang terletak di Kecamatan Sidorejo, Magetan, Jawa Timur, baru saja meluncurkan langkah strategis untuk membawa potensi wisata lokal mereka menembus panggung internasional. Melalui kolaborasi apik bersama civitas akademika Universitas Negeri Surabaya (Unesa), desa di kaki Gunung Lawu ini resmi mengadopsi teknologi digital dan narasi berbahasa Inggris untuk mempromosikan destinasi unggulannya, Wisata Aditirta.

Inovasi ini tidak hanya menjadi magnet perhatian publik karena gaya promosinya yang modern, melainkan juga karena pendekatannya yang mengintegrasikan edukasi agrowisata dan nilai-nilai Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Desa yang dulunya hanya dikenal oleh wisatawan lokal kini bersiap menyapa para pelancong mancanegara (globetrotter) melalui peluncuran website resmi dan eBook panduan wisata berbasis storytelling bahasa Inggris.

Itulah hasil dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berwujud workshop interaktif bertajuk “Penulisan Website dan eBook Berbahasa Inggris untuk Branding Global dan Edukasi Wisata Aditirta Desa Sumbersawit.”

Program ini mencakup pelatihan penulisan narasi kreatif (storytelling), internasionalisasi promosi wisata, hingga tata cara teknis manajemen dan pengunggahan konten (upload) pada situs web desa wisata.

Korprodi S1 Sastra Inggris Kampus 5 Unesa, Suyanti Fadma, mengatakan keberadaan platform digital berbahasa Inggris merupakan kunci utama pembuka pintu gerbang internasional.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan keilmuan yang kami miliki untuk mendukung pengembangan potensi lokal,” ujar Suyanti Fadma, Selasa (11/8/2026).

Sinergi ini melibatkan berbagai elemen penting lintas sektor, antara lain Prodi S1 Sastra Inggris Kampus 5 Unesa, Kepala Desa Sumbersawit beserta seluruh jajaran perangkat desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumbersawit sebagai pemegang peranan kunci pengelolaan lapangan, dan penjaga kearifan lokal.

Melalui pendampingan dari Prodi S1 Sastra Inggris Unesa, narasi yang dibangun dalam eBook dan website menekankan pada pengalaman langsung. Wisatawan mancanegara kelak tidak hanya datang untuk melihat sawah atau sumber air, tetapi diajak untuk turun langsung ke lumpur, belajar mencangkul, dan menanam padi bersama petani lokal.

Digital presence menjadi bagian penting dari branding sebuah destinasi wisata. Kalau informasi mengenai sebuah destinasi hanya tersedia dalam bahasa Indonesia, jangkauan audiensnya tentu masih terbatas. Dengan menyediakan informasi dalam bahasa Inggris, kita membuka peluang agar Wisata Aditirta dapat ditemukan dan dipahami oleh audiens internasional,” imbuh Suyanti.

Acara pelatihan dan pendampingan intensif ini berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan secara langsung di kawasan Wisata Aditirta, Desa Sumbersawit, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini sangat strategis mengingat Desa Sumbersawit memiliki bentang alam yang indah, sumber daya air yang melimpah, serta tradisi pertanian yang masih terjaga.

Latar belakang utama dari digelarnya program ini adalah adanya keterbatasan jangkauan informasi wisata lokal.

Selama ini, informasi mengenai Wisata Aditirta sebagian besar hanya menggunakan bahasa Indonesia dan dikelola secara konvensional. Hal tersebut menyebabkan potensi besar yang dimiliki Desa Sumbersawit belum mampu menjangkau wisatawan luar negeri. Tanpa digital presence dan literasi bahasa internasional, daya tarik wisata lokal akan sulit bersaing di era digitalisasi global.

Kolaborasi antara Unesa dan Desa Sumbersawit tidak hanya bernilai berita (news value) tinggi dari segi inovasi, tetapi juga sangat relevan dengan agenda global Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Program pelatihan ini menjadi sarana transfer pengetahuan (knowledge transfer) secara langsung dari perguruan tinggi kepada masyarakat desa. Melalui materi aplikatif yang diselenggarakan, Peserta diharapkan mendapatkan edukasi nonformal berkualitas tinggi yang meningkatkan kapasitas literasi digital dan bahasa asing mereka secara cuma-cuma.

Dengan terbukanya akses promosi global untuk Wisata Aditirta, jumlah kunjungan wisatawan diharapkan akan meningkat secara signifikan. Hal ini secara langsung mendorong roda perekonomian desa, membuka peluang usaha baru bagi warga lokal (seperti penyediaan homestay, pemandu wisata, UMKM kuliner, dan souvenir), serta menciptakan lapangan kerja yang layak berorientasi pada pariwisata berkelanjutan. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Semangat Mbah Sunyoto dan Wisata Aditirta Magetan Membidik Pasar Dunia

Magetan – Pengembangan desa wisata di Magetan memasuki babak baru. Bukan hanya mengandalkan keindahan...

Antisipasi Kebakaran Hutan di Dapil 7 Jatim, Riyono Caping Soroti Sedikitnya Penjaga Hutan

Ponorogo – Antisipasi kebakaran hutan menjadi sorotan anggota DPR RI Riyono Caping saat turun...

Kebijakan Baru Perayaan HUT ke-81 RI, Pemkab Magetan Alihkan Karangan Bunga dengan ‘Bingkisan Kemerdekaan

Magetan – Pemkab Magetan mengeluarkan kebijakan baru terkait perayaan HUT ke-81 RI. Pemkab Magetan meminta...

Artikel Terkait