Magetan – Sejumlah elemen di Magetan menyatakan akan ikut menjaga Magetan dari aksi-aksi anarkistis.
Salah satunya, dari Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Magetan. IPSI Magetan mengerahkan seribu pendekar dari 13 perguruan untuk ikut menjaga situasi damai di Magetan. Kesiapan dan deklarasi para pendekar ini disampaikan di Polres Magetan.
“Kami punya filosofi Memayu Hayuning Bawana, karena itulah kami terpanggil untuk ikut menjaga situasi di Magetan aman dan nyaman,” kata Ketua IPSI Magetan Saif Muchlissun, Minggu (31/08/2025).
Memayu Hayuning Bawana merupakan filosofi Jawa yang mengajarkan manusia untuk berupaya menjaga, memperindah, serta menciptakan keselamatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan hidup bagi diri sendiri, sesama, alam semesta, dan lingkungan.
Menurut Muklis, sapaan akrabnya, pihaknya menghormati penyampaian aspirasi dari siapapun. Apalagi aspirasi untuk demokrasi. Namun, dia mengimbau agar penyampaian aspirasi dilakukan sesuai aturan dan tidak anarkistis.
“Tidak hanya untuk persoalan demonstrasi, kami akan membantu menjaga Magetan tercinta dari gangguan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” imbuh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Magetan itu.
Muklis mengatakan keputusan untuk “Jaga Magetan” merupakan hasil dari pertemuan semua perguruan menyikapi kondisi yang terjadi di berbagai daerah.
Kabarnya, demo besar di Magetan terjadi besok, Senin (1/9/2025). (far/mk)





