Peristiwa

Ngaji Kebangssan Nasdem Magetan di Hari Santri

Magetan – Hari Santri Nasional dimaknai begitu mendalam oleh jajaran pengurus dan kader Nasdem Magetan. Partai NasDem merayakan Hari Santri Nasional 2021 secara khusus. Ada serangkaian kegiatan dalam merayakan Hari Santri Nasional 2021.

NasDem ingin bergembira dan berbahagia bersama dan hadir di tengah-tengah para santri. Apalagi Partai NasDem memiliki banyak anggota dari kalangan pesantren.

Di Magetan banyak sekali pondok pesantren. Hampir di setiap kecamatan ada pondok pesantren. “Bahkan salah satu pondok terbesar dengan jumlah santri ribuan ada di Magetan,” kata ketua Nasdem Magetan Gaguk Arif Sujatmiko, Jumat (22/10/2021).

Sejak 6 Oktober 2021 rangkaian lomba digelar,seperti seperti lomba santri menulis, lomba khitobah atau lomba pidato santri. Ada juga lomba desain busana muslimah, lomba quote hari santri dan cover shalawat.

Selain itu seluruh pengurus dan kader mengikuti nobar Ngaji Kebangsaan di kantor DPD yang diadakan DPW Nasdem Jatim dengan ceramah oleh Gus Mufawiq.

Legislator Nasdem, Gaguk Arif Sujatmiko mengatakan, perayaan Hari Santri Nasional yang tahun ini diperingati dengan jargon ‘Santri Siaga Jiwa dan Raga’ merupakan sesuatu yang spesial lantaran berkaitan dengan sejarah. Dimana kaum santri, turut andil dalam perjalanan perjuangan bangsa. 

“Lewat acara Ngaji Kebangsaan, mengingatkan kembali perjuangan para santri dalam Peristiwa resolusi jihad yang menjadi acuan Hari Santri, memang menjadi di antara sejarah yang tak bisa dielakkan dalam membela kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat perjuangan yang digelorakan kaum sarungan saat itu begitu luar biasa,” tutur Gaguk.

Menurut Gaguk jargon ini merupakan identitas nasionalisme yang dimiliki para santri di seluruh Indonesia. 

“Para santri harus selalu siap siaga untuk menyerahkan jiwa dan raga guna membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia,” ujarnya.

Sikap santri yang tertuang di dalam jargon tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, sikap ini dimiliki santri sejak zaman sebelum bangsa Indonesia merdeka. 

“Sikap ini yang mengantarkan kalangan santri dan ulama berjuang mengusir penjajah. Komitmen yang membanggakan ini harus selalu menjadi kekuatan para santri di dalam eksistensinya membangun peradaban bangsa,” tegasnya. 

Malam harinya (22/10/2021) selepas magrib puluhan kader milineal dan pemilih pemula Nasdem Magetan dan pengurus DPD menggelar pembacaan sholawat nariyah di kantor Nasdem.

“Sebelum pembacaan sholawat nariyah kita melaksanakan sholat magrib berjamaah di kantor DPD,” ujar Gaguk. (far/mk)

Print Friendly, PDF & Email

Add Comment

Click here to post a comment