Magetan – Magetan punya perikanan melalui budidaya dengan nilai sampai 1.350 ton per tahun. Perairan umum, 37,4 ton dengan dominasi sungai dan waduk penghasil budidaya ikan Air Tawar.
Jenis ikan Air Tawar dan laut yang sudah akrab di masyarakat perlu terus didorong agar konsumsi ikan meningkat. Ikan nila, ikan lele, ikan tongkol dan juga pengolahan hasil ikan.
“Ikan dengan berbagai bentuk hasil pengolahan sangat penting bagi peningkatan gizi masyarakat. Ikan segar, ikan marinasi siap saji, ikan keripik dan berbagai jenisnya disukai oleh semua kalangan” tutur Riyono Caping, Aleg Komisi IV, Jumat (7/8/2026).
Bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Kab Magetan Riyono Caping Aleg putra asli Magetan mengadakan Bimtek Pemasaran dan Nilai Tambah Produk Perikanan di Rumah Aspirasi Sedulur Mas Riyono, Jambangan.
“Kehadiran 24 kelompok pengolah perikanan yang 90% adalah Ibu – Ibu sangat penting untuk menambah ilmu dan pendapatan rumah tangga mereka” tambah Riyono.
Pelatihan diversifikasi dan nilai tambah produk perikanan kelauatan menjadi sarana untuk melatih dan memberdayakan KUB se Magetan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Kelompok yang hadir ada usaha bandeng presto, keripik ikan nila, frozen, nugget, abon ikan, pepes ikan, sambal ikan tuna.
“Ada yang omsetnya sudah 10 juta/bulan, ada juga 5 juta dan ada yg baru merintis dengan hasil 2 jutaan. Melalui pembimbing penyuluh perikanan usaha mereka bisa terus berkembang. Nilai tambah akan meningkatkan harga jual mereka” papar Riyono Caping.
Pelatihan ini diikuti dengan antusias dari awal berupa materi dan dipraktekan melalui pelatih handal yang berhasil membuat peserta tambah semangat untuk meningkatkan mutu usaha perikanan harian. (far/mk)

