Magetan – Penetapan tersangka Ketua DPRD Magetan dan lima lainnya mendapat perhatian besar dari publik.
Ada banyak sudut pandang yang disampaikan publik terkait kasus dugaan korupsi dana hibah Pokir.
Ketua DPD partai Gelora Magetan, Ali Robert mengatakan setelah ini perlu ada sosialisasi yang cukup mengenai pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.
“Yang pertama, banyak masyarakat yang tidak tahu apa itu pokir. Pokir itu ini loh, anggarannya sekian, dikelola sama anggota dewan si A, si B, si C. Dengan bentuk proposal ini, penerapannya seperti ini. Harus ada yang bertanggung jawab menerangkan seperti itu,” ungkapnya, Jumat (24/4/2026).
Tanpa sosialisasi itu, kata Ali, otomatis masyarakat beranggapan anggota dewan korup karena pokir.
Berikutnya, kasus pokir ini memberi pelajaran berharga mengenai memilih wakil yang amanah.
“Kasus ini akan membuka wawasan luas kepada masyarakat mengenai politik uang. Selama ini, kalau ada hajatan pemilihan, pertanyaannya siapa yang punya uang, siapa yang ngasih uang. Sehingga, mereka yang ingin mendapatkan jabatan apapun menggunakan politik uang, Lalu, setelah menjabat mencari cara supaya uangnya kembali,” jelas Ali Robert.
Ali Robert mendorong agar partai politik melakukan pendidikan politik, sehingga pola pikir politik uang mereda.
“Di Partai Gelora, kami bertanggung jawab dan melakukan hal itu. Kami di partai tak hanya bicara soal mobilisasi massa. Kami juga memiliki narasi, pengetahuan, dan pendidikan politik,” pungkasnya.
DPD Partai Gelora mendorong aparat penegak hukum membongkar semua praktik korupsi agar ketahuan siapa yang Amanah, siapa yang tidak terhadap rakyat. (far/mk)





