Magetan – Puluhan tahun menjadi ASN, ketika bisa membawa perubahan merupakan hal paling berkesan bagi Eko Muryanto.
“Saya merasa seperti agen perubahan. Karena mengubah perilaku, pola pikir itu tak mudah, belum lagi meyakinkan banyak orang kan gak gampang,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) itu kepada magetankita.com.
Eko bercerita salah satu perubahan yang berkesan baginya, ketika berhasil menerapkan evoting. Pertama kali diterapkan pada 2019, di 18 Desa yang ada di 18 Kecamatan.
“Sewaktu mengenalkan konsep ini, ada satu desa menolak sampai menggelar demo. Namun, diyakinkan pelan-pelan akhirnya, semua terlaksana dan lancar,” ungkapnya.
Menurut Eko, gagasan Evoting muncul pada 2015, ketika dirinya menjadi Kabag Pemerintahan. Dia mengaku dari pengalaman pilkada 2013, dan pemilu 2014, banyak surat suara tak sah karena dicoblos tidak pada kotak, mencoblos semua calon dan yang lain.
Kala itu, untuk melengkapi gagasan evoting, Pemkab Magetan melakukan studi banding ke Bantaeng yang telah menerapkan evoting meskipun hanya pada satu desa.
Setahun kemudian, pelaksanaan evoting masuk perda, pilkades di Magetan bisa dua cara, manual dan evoting.
“Baru bisa diterapkan 2019 ketika saya dimutasi ke dinas PMD dari Kesbang, kebetulan bupatinya Pak Suprawoto yang suka IT,” katanya.
Keberhasilan evoting 2019, dilanjutkan di 2023. Evoting diterapkan di 30 desa. Gaungnya besar. Magetan menjadi percontohan. Banyak tamu dari berbagai daerah datang untuk belajar.
“Hotel di kota sering penuh, karena itu,” kata bapak dua putra yang genap berusia 50 tahun itu.
Evoting pada 2023 sempat digugat hingga pengadilan. Hasilnya, makin menguatkan dasar pelaksanaan evoting di Magetan. Hakim memutuskan pengunaan evoting pada pilkades, dinyatakan sah.
Eko mengatakan banyak hal yang terjadi melalui penerapan evoting, mulai didemo, digugat, yang semuanya menjadikan solid.
“Yang berseberangan itu jangan dianggap lawan. Justru, bahan introspeksi. Dan, untuk menjadikan kita ini semakin solid,” katanya.
Eko mengaku tak punya ambisi jabatan atau kedudukan. Dia mengaku hanya mengalir, mengikuti garis tangan. (far/mk)





