MK: Bagaimana soal harapan terhadap anak muda di politik tadi dilakukan di partai?
DHY: Nah, kalau di internal Golkar memang harus beda. Jadi kita, saya sebagai ketua baru ini mengusung konsep bagaimana partai itu kelihatan asyik bagi masyarakat, bagi kaum muda. Selama ini kan berpartai itu ya orang sudah agak apatis dan cenderung kalau mau pemilu saja terlibat di partai kan begitu. Nah, kita mau mengubah itu.
Kami akan berupaya menjadikan Golkar ini sebuah partai yang asyik, asyik bagi seluruh Magetan. Asyik itu bagaimana? Asyik itu dirasakan dari kehadirannya. Sering terlibat pada aksi-aksi nyata, tidak hanya sekedar wacana.
Kalau unsur kritik-kritik kebijakan itu peran ke DPRD. Tetapi kehadiran sebagai partai di tengah masyarakat, itu yang perlu kita wujudkan. Kita sudah memulai dan insya Allah setelah SK ini turun, kita akan segera jalan tentang membuat partai Golkar ini asyik.
Tidak hanya urusan kebijakan saja, tetapi bagaimana sentuhan-sentuhan kegiatan yang itu betul-betul dirasakan.
MK: Misalnya, Mas?
DHY: Misalnya kita akan bikin kegiatan Jum’ah berkah rutin. Kita akan gelar event untuk pemuda lomba beriak misalnya. Ini kan tidak pernah dilakukan partai politik. Seolah-olah ini sesuatu yang asing gitu.
Kemudian kita buatin misalnya kegiatan yang melibatkan ibu-ibu kaum muda, kecantikan bagaimana, edukasi kecantikan. Untuk ibu langsianya senang bersama atau bagaimana. Hal-hal seperti ini menurut saya, ini jarang dilakukan partai-partai di Magetan. Dan kita akan mencoba merumuskan itu dan melaksanakannya.
Kita sudah menghitung sumber daya itu, untuk melakukan itu Insya Allah kita bisa.





