Dari Wartawan, Kades, Kini Ketua Partai, Didik Haryono Mau Buat Golkar Magetan Asyik

MK: Mas Ketua, seperti apa potret kepengurusan nanti?

DHY: Nah, kepengurusan Golkar ke depan, tentu kami menyeimbangkan antara yang senior dan yang baru. Menyeimbangkan antara kaum pria dan wanita.

Itu sudah kita formulasikan. Dan beberapa wajah baru ini menarik juga. Jadi wajah lama tentulah yang senior-senior kita ajak kembali, seperti Mas Moyar yang sudah mengundurkan diri sebelumnya, kita tarik kembali dan beliau senang gitu loh kembali ke Golkar.  

Kemudian toko baru ada namanya Pak Kulzin dari Temboro, pengusaha pasir yang ingin terlibat di politik itu bagaimana. Ada juga dari Takeran, tokoh pemuda, Mas Aris.

Ya banyaklah ini unsur-unsur pemuda memang lebih banyak di unsur pemuda. 

MK: Mas, suksesi baru itu pasti memunculkan pro dan kontra, like and dislike. Bagaimana soal ini?

DHY: Awalnya begitu, apalagi masyarakat tahu, Musda Golkar ini kan nggak mulus-mulus amat. Sempat tertunda karena kepentingan berbeda, akhirnya aklamasi. Nah tentu sebagai ketua baru dan saya bukan yang senior, saya mengakomodir kepentingan itu.

Misal Mas Manto yang sebelumnya ngotot mau maju kita jadikan sekretaris. Bentuk dari kompromi itu. Dan kita sudah ketemu bersama seluruh calon pengurus itu sudah saya sampaikan.

Jadi kita ini disatukan oleh tujuan yang sama, arah yang sama. Tentang kebijakan baik dari sisi keuangan, mekanisme pengambilan keputusan, sampai nanti di pemilu bagaimana, ini sudah kami sampaikan. Dan itu yang menyatukan.

Keuangan partai misal, selama ini seolah-olah tertutup itu. Sudah saya mulai keterbukaan. Dan riak-riak hari ini sudah melebur menjadi satu kekuatan. 

MK: Itu bagian yang sulit padahal, bagaimana ini bisa dilewati?

DHY: Makanya konsep mewujudkan Golkar Magetan yang asyik ini kan harus diawali dari dalam. Kalau di dalam pengurus ini nggak asyik, nggak mungkin kita menciptakan aura keluar asyik.

Dari dalam kita harus asyik. Salah satu asyik itu memang transparansi. Makanya kita membuat asyik dulu di internal. Transparansi, kemudian berbasis kegiatan tiap bulan. Sumber daya partai ini harus digunakan untuk partai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

spot_img
spot_img

Popular Categories

spot_img