BerandaPeristiwaDesakan Bertahan Menguat, Kades Taji Pilih 'Wait and See'

Desakan Bertahan Menguat, Kades Taji Pilih ‘Wait and See’

Magetan – Desakan perangkat desa dan BPD Taji agar Kades Taji, Sigit Supriyadi bertahan ditanggapi normatif.

Sigit mengatakan secara administratif, proses pengunduran dirinya sudah berjalan karena surat resmi telah dilayangkan kepada Bupati Magetan.

Saat ini, ia memilih untuk mengikuti prosedur birokrasi yang sedang berproses di tingkat kabupaten.

“Surat pengunduran diri sudah saya kirim ke Bupati. Jadi, saat ini saya menunggu bagaimana prosesnya, apakah diteruskan atau tidak,” ungkap Sigit, Rabu (24/12/2025).

Ia menambahkan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan segala aspek legalitas dan dampak dari keputusan tersebut.

“Saya harus melihat konsekuensinya seperti apa, baik jika pengunduran diri itu diproses lebih lanjut maupun jika akhirnya dibatalkan. Intinya, saya tetap menunggu hasil resmi dari proses tersebut,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil musyawarah yang digelar di Balai Desa Taji pada Senin (22/12/2025), mayoritas pihak sepakat agar Sigit Supriyadi membatalkan niatnya untuk mundur. Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Karas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, hingga jajaran Ketua RW.

“Hasil musyawarah terakhir memutuskan bahwa atas permintaan kuat dari warga, Mbah Kades (Sigit Supriyadi) diharapkan tidak jadi mundur dari jabatannya,” ujar Sekretaris Desa Taji, Sugeng Riyadi.

Sementara itu, Plt Camat Karas, Eka Raditya menyampaikan bahwa menurut laporan Sekdes Taji bahwa hasil musyawarah yang digelar Senin (22/12/2025) Kades Taji tidak jadi mundur dari kades.

“Menurut laporan dan hasil musyawarah terakhir, mbah Taji gak jadi mundur,”ucapnya.

Situasi di Desa Taji kini berada dalam fase transisi administratif. Meskipun dukungan warga begitu kuat agar kades tetap memimpin, kepastian status jabatan Sigit Supriyadi sepenuhnya masih menunggu proses yang sudah berjalan. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Pengembangan Kampus Unesa di Magetan, Riyono Caping: Lebih Baik di Kota

Magetan – Magetan akan mendapat dampak berlipat ganda atau multiplier effect, ketika ada perguruan...

Percepat Budaya Gemar Makan Ikan, Riyono Caping Bantu Ibu-Ibu Magetan Kembangkan Olahan Ikan

Magetan – Magetan punya perikanan melalui budidaya dengan nilai sampai 1.350 ton per tahun....

Mengakhiri Tugas dengan Tulisan (Untuk Temanku Mas Suwata)

DULU, ketika masih bekerja dengan Mas Suwata saya sering berkelakar di hadapan guru dan...

Artikel Terkait