BerandaPeristiwaMobil Camat, Videotron, dan Toilet Sekolah dari Anggaran 'Kurang Bayar' Pemerintah Pusat,...

Mobil Camat, Videotron, dan Toilet Sekolah dari Anggaran ‘Kurang Bayar’ Pemerintah Pusat, Sekda Magetan: Dibahas dengan DPRD dan Disesuaikan Kemampuan Daerah

Magetan – Pemkab Magetan memastikan usulan yang dimasukkan dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) pada Perubahan APBD 2026 bukan muncul tiba-tiba.

Sekda Magetan Welly Kristanto menjelaskan rencana pengadaan mobil operasional kecamatan, perencanaannya sudah sejak 2023 dan belum terealisasi hingga saat ini.

“Mobil camat yang ada sudah tidak efisien lagi, karena sudah berusia 18-20 tahun. Biaya Perawatannya sangat besar,” ungkapnya, Senin (24/8/2026).

Terkait videotron, Welly mengatakan tidak hanya untuk menambah PAD semata, tetapi lebih ke fungsi sosial, pemerintahan dan kemasyarakatan.

“Sehingga dalam pelaksanaan program kegiatan tidak bisa ditanya kapan BEP-nya,” kata Welly.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Cahaya Wijaya menambahkan videotron bisa menghemat anggaran reklame baliho hingga ratusan juta rupiah.

“Ada banyak program sosialisasi yang tidak bisa dilakukan karena keterbatasan ruang baliho. Belum lagi, sampah visual yang dihasilkan. Ini tentu jauh berbeda dengan videotron,” jelasnya.

Pemkab juga menyatakan usulan kegiatan tidak hanya dua itu, tetapi juga Pembangunan toilet SD dan SMP yang saat ini tidak layak baik dari sisi estetika maupun kelayakan untuk tumbuh kembang anak didik.

“Kami usulkan untuk kegiatan yang diprioritaskan sebagaimana tersebut. Usulan ini masih dalam tahap pembahasan dengan dewan, dan tentu saja berdasarkan kemampuan keuangan daerah. Usulan ini juga tidak mengalihkan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” pungkasnya.

Usulan sejumlah program itu berasal dari transfer kurang bayar dari dana bagi hasil pemerintah pusat. Dana transfer kurang bayar pemerintah pusat ini, nilainya sekitar 49,2 Miliar, pada tahun anggaran 2023 dan 2024 untuk pajak Pph dan Sumber Daya Alam (SDA). Transfer Kurang Bayar ini dicatat sebagai piutang dalam LKPD 2025. Pada awal Agustus 2026, pemkab mendapat alokasi dari catatan piutang itu sebesar Rp 38,4 Miliar. Alokasi ini yang dibahas dalam KUA-PPAS bersama DPRD. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Soal Videotron di Magetan, Pakar Komunikasi Publik dan Kepariwisataan: Masyarakat Punya Hak untuk Ruang Publik yang Baik dan Berkualitas

Magetan – Pakar Komunikasi Publik dan Kepariwisataan, Arief Rahman menilai media luar ruang seperti...

Dukung Videotron di Pasar Baru, Ketua Paguyuban Pedagang: Bisa Jadi Sarana Promosi Pelaku UMKM Magetan

Magetan - Ketua Paguyuban Pedagang dan Pengusaha Pasar Baru, Sunardi mendukung rencana Pemkab Magetan...

Bersama Rakyat Peringati HUT ke-25 Demokrat dan HUT ke-81 RI, Demokrat Magetan Gelar ‘Lomba Rakyat’

Lembeyan – Rangkaian acara untuk memeriahkan HUT ke-25 Partai Demokrat di Magetan terus berlanjut....

Artikel Terkait