Jelang Suro, Pemkab Magetan Petakan Potensi Konflik

Magetan – Dua bulan lalu bentrokan antara dua perguruan silat pecah di Madigondo, Takeran.

Seminggu lagi, berdasarkan kalender Jawa masuk Bulan Suro. Bulan ini yang punya potensi menimbulkan konflik karena agenda perguruan silat.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi penanganan konflik sosial dan kewaspadaan dini di Ruang Jamuan Pendopo, kemarin (19/6/2025).

“Secara umum, situasi di Kabupaten Magetan aman dan kondusif, namun perlu tetap waspada terhadap potensi perpecahan atau konflik sosial, terutama menjelang bulan Muharram 1447 Hijriah ini yaitu agenda pencak silat dan potensi – potensi lainnya,” kata Plt. Bakesbangpol Magetan, Benny Adrian.

Pemkab mengumpulkan Forkompimda, lembaga kerukunan antar umat beragama, ikatan pencak silat, untuk memetakan potensi konflik agar minimalkan terjadinya konflik sosial.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusmiarti, mengajak seluruh pihak untuk ikut mewaspadai berbagai potensi munculnya konflik sosial di Magetan. Bupati menyebut sinergitas dan kolaborasi yang baik dari beberapa stakeholder terkait bisa menekan terjadinya konflik sosial di tengah-tengah masyarakat sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

“Kita tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri, kita butuh sinergi. “Saya mohon dukungan serta kerjasama dari seluruh pihak terkait untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Magetan. Mari kita satukan tekad dan langkah dalam menjaga keutuhan dan kemajuan daerah sesuai visi misi kami menjadikan Magetan nyaman, maju dan berkelanjutan,” jelasnya.

Secara rinci, Bupati menekankan pada upaya pencegahan dalam penanganan konflik sosial, melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Untuk selalu memperkuat kelembagaan masyarakat yang telah ada, seperti Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, FKUB, FPK, Tim Kewaspadaan Dini Daerah, serta lembaga sosial lainnya untuk memperkokoh kerukunan sosial dan menjaga suasana kondusif dan nyaman di wilayah masing – masing.
  2. Membangun sistem peringatan dini dengan memelihara hubungan baik, mengintensifkan komunikasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan dan elemen masyarakat lainnya, serta melaporkan setiap persoalan yang muncul di masyarakat untuk segera mendapatkan penanganan terbaik.
  3. Meredam potensi konflik dengan senantiasa tanggap dalam menghadapi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi dan sigap dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul sekecil apapun sampai tuntas. (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkait

Hot this week

spot_img

Popular Categories

spot_img