BerandaPilkada MagetanJemaat Gereja di Desa Kepuhrejo Doakan Paslon Sujatno - Ida Menang Pilkada...

Jemaat Gereja di Desa Kepuhrejo Doakan Paslon Sujatno – Ida Menang Pilkada Magetan

Magetan – Dukungan terhadap paslon nomor urut 3 Sujatno – Ida terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kini dukungan datang dari umat kristiani di Magetan.

Mereka menegaskan dukung Sujatno – Ida karena memandang hanya paslon ini yang dilihat bisa mengayomi dan merangkul semua elemen masyarakat dan semua agama.

Seperti yang disampaikan jemaat Gereja Pantekosta Tabernakel Maranatha di desa Kepuhrejo, Takeran yang memberikan dukungan pada paslon Nomor urut 3 Sujatno – Ida. Para jemaat memandang hanya pasangan Sujatno – Ida yang bisa berbaur dan menanamkan toleransi pada semua agama tanpa ada perbedaan dan diskriminasi.

Menurut jemaat gereja Maranatha Sujatno – Ida yang berpasangan dalam Nasionalis religius sudah terbukti tidak membeda bedakan satu agama dengan agama lainnya. Bisa mengakomodir semua, bahkan jauh dari sikap diskriminasi dan tidak ada istilah mayoritas dan minoritas.

Calon Bupati Sujatno mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari saudara saudara kita umat Kristiani.

“Terima kasih pada saudaraku umat kristiani atas dukungan pada paslon Sujatno –  Ida,” kata Sujatno, Rabu (30/10/2024).

Sujatno mengajak umat Kristiani mengambil bagian dalam upaya perdamaian khususnya di wilayah kabupaten Magetan, sehingga nantinya dapat tercipta rasa persatuan dan kesatuan antar elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Magetan.

“Saya mengajak seluruh umat kristiani di Kabupaten Magetan  menjadi agen pembawa kedamaian di manapun berada,” katanya.

Kader PDI Perjuangan itu juga mengajak selalu berkarya bersama-sama dengan pemerintah dengan tujuan mensejahterakan masyarakat.

“Mari menjaga keragaman suku dan agama serta mewujudkan rasa persaudaraan atas dasar kemanusiaan perlu kita tingkatkan,” katanya.

Menurut Mas Jatno, semua sama di hadapan Tuhan dan tidak ada perbedaan. Oleh karena itu tidak boleh saling mencaci dan saling merendahkan, saling memuliakan antara satu dengan yang lainnya.  Berbagai macam suku, agama dan budaya di Indonesia hingga saat ini saling memuliakan dan menghargai, tetap bersatu demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (far/mk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Masih Ada yang ‘Nyanthol’ Listrik Tetangga, Magetan Perjuangkan Akses Listrik untuk Warga dan Petani

Surabaya – Magetan menyampaikan sejumlah persoalan listrik yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari...

Wartawan Bukan Broker Proyek

ADA yang patut direnungkan ketika profesi wartawan mulai dibawa ke wilayah yang bukan menjadi...

Salurkan Donasi dan akan Bangun Tempat Ibadah Darurat, Ekspedisi Kemanusiaan Relawan 24 Jam Magetan Bertolak ke NTT

Magetan – Ekspedisi kemanusiaan dari Magetan bertolak ke NTT, kemarin. Sebanyak 10 relawan akan...
spot_img

Artikel Terkait