Magetan – Pemkab Magetan berkomitmen untuk mendukung program Kesehatan mata. Hal ini disampikan Pj Sekda Magetan, Muhtar Wahid dalam acara Diskusi Publik “Mendorong Adanya Kebijakan Layanan Kesehatan Mata yang Komprehensif dan Inklusif dalam Mendukung SDG’s” di ruang rapat Ki Mageti, Selasa (22/7/2025).
Acara ini dihadiri Pj Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, kelompok disabilitas, dan jurnalis di Magean.
“Pemkab mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi terkait program kesehatan mata. Misalnya, ada kekurangan di soal operasi katarak, kita akan dukung,” ungkap Muhtar.
Menurut Muhtar, Pemkab Magetan baru bisa menangani hampir 17 persen dari total angka 2.900 orang dengan gangguan kesehatan mata di Magetan.
Komitmen kolaborasi ini juga disampaikan Yayasan Paramitra Indonesia. Ketua yayasan, Asiah Sugiyanti mengatakan Yayasan Paramitra Indonesia telah menjalin nota kesepahaman dengan Dinas Kesehatan Magetan untuk menjadikan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan berkelanjutan.
“Jatim menempati ranking pertama mengenai problem Kesehatan mata di Indonesia dengan prevalensi 4,4 persen,” ungkapnya.
Menurut Asiah, kesehatan mata memang belum menjadi isu prioritas. Namun diyakini, lima tahun mendatang isu kesehatan mata ini akan diprioriaskan.
“Penyebab paling banyak terkait kesehatan mata ini, adalah katarak,” lanjutnya.
Yayasan Paramitra Indonesia, membuat program I-See untuk mendukung program kesehatan mata. Program ini berkolaborasi dengan pemerintah sejak 2024. Program ini akan berlangsung hingga 2027. (far/mk)





