Magetan – Pemkab Magetan akan melakukan investigasi mendalam dan mengevaluasi sistem drainase pascabanjir di sejumlah kawasan protokol dan ruang publik pada Jumat (10/3/2026) sore.
Bupati Magetan Nanik Sumantri mengatakan hal itu dilakukan untuk mendapatkan solusi permanen.
“Kita akan evaluasi drainase di lokasi banjir, apakah drainase berfungsi sebagaimana mestinya serta memastikan fungsi resapan. OPD harus segera turun untuk menangani dampak serta memastikan sumber penyebab agar ada solusi permanen,” kata Bupati Nanik.
Bersama Wakil Bupati Suyatni Priasmoro, bupati meninjau lokasi banjir.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat yang terdampak luapan air,” katanya.
BPBD Magetan mencatat sedikitnya 14 lokasi terdampak luapan air sejak pukul 16.00 WIB.
Sejumlah titik yang terdampak tersebar di Kecamatan Magetan, Sukomoro, hingga Barat. Di antaranya Jalan Diponegoro Kelurahan Selosari, Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Mayjen Sukowati di Kelurahan Sukowinangun, hingga jalur Magetan–Maospati yang melintas Desa Bandar dan Desa Bibis.
Selain itu, genangan juga terjadi di kawasan permukiman seperti Kelurahan Mangkujayan, Kebonagung, serta beberapa desa di Kecamatan Sukomoro dan Barat, termasuk Tamanan, Kedungguwo, dan Blaran. Sebanyak 31 rumah terdampak luapan air. (far/mk)





